Sunday, February 7, 2010

MANAJEMEN AKSI (DEMONSTRASI)


Manajemen AKSI l "Mahasiswa adalah aset umat. Ia bersifat elitis dan eksklusif. Jumlahnya hanya 2 % dari penduduk Indonesia yang 200 juta jiwa. Mahasiswa aktivis lebih elitis lagi, mungkin hanya ada 1 mahasiswa aktivis di antara 10 mahasiswa. Namun, agenda yang mereka perjuangkan sangat populis, dan realistis. Mahasiswa-lah yang bisa membangkitkan semangat perlawanan rakyat terhadap rezim tiran. Mahasiswa-lah yang bisa mengawal reformasi hingga ke titik tujuan. Rakyat menaruh harapan atas kekuatan intelektual dan kekuatan aksi yang mahasiswa miliki.Jadi, pahami dirimu dan sekitarmu, dan mari kita bergerak lagi ! Reformasi belum usai !”

Dengan kekuatan intelektual di atas rata-rata masyarakat awam, mahasiswa memiliki kemudahan untuk mengakses berbagai informasi wacana dan peristiwa dalam lingkup lokal hingga internasional. Begitu juga dengan kemudahan akses literatur ilmiah dan gerakan-gerakan pemikiran, yang pada tujuan akhirnya akan menentukan ideologi atau sistem hidup yang akan dijalaninya. Buku yang ia baca, informasi yang ia terima, tokoh-tokoh yang ia ajak bicara, adalah beberapa faktor utama yang kelak sangat berpengaruh terhadap idealisme hidupnya.Selain kekuatan intelektual yang identik dengan aktivitas ilmiah, mahasiswa juga memiliki kewajiban untuk menguatkan potensi kepekaan sosial politiknya. Disebut kepekaan sosial karena mahasiswa pada dasarnya adalah bagian dari rakyat. Apapun yang terjadi pada rakyat maka mahasiswa akan turut juga merasakannya. Kenaikan BBM, harga bahan pokok, listrik, dan air misalnya akan memberi ekses terhadap aktivitas kuliah. Disebut kepekaan politik, karena gejolak sosial yang terjadi umumnya selalu merupakan hasil side effect dari aktivitas politik, semisal disahkannya suatu UU. UU Ketenagakerjaan misalnya akan mempengaruhi kesejahteraan dan taraf hidup para buruh.Setelah cerdas secara profesi keilmuan dan cerdas sosial politik, maka sebagai gerakan ekstraparlementer mahasiswa memiliki kewajiban moral untuk mengimplementasikan pengetahuannya itu dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Atau dengan kata lain menyuarakan kepentingan kebenaran dan rakyat. Berbagai metode dapat dilakukan. Dari bentuk pendampingan, advokasi, public hearing, audiensi dengan pemerintah dan legislatif, hingga demonstrasi (aksi). Demonstrasi adalah cara paling efektif dalam menyuarakan kebenaran, khususnya jika dilaksanakan pada rezim yang antidemokratis dan tiran. Dalam makalah ini, akan dibahas sekelumit tentang manjamen demonstrasi atau aksi, yang selanjutnya akan disebut dengan MoA (Management of Action). Pengetahuan akan MoA ini menjadi penting agar niatan yang benar itu dapat mencapai hasil optimal karena dilakukan dengan cara yang benar pula. MANAJEMEN AKSIPengertianAksi (demontrasi) adalah suatu model pernyataan sikap, penyuaraan pendapat, opini, atau tuntutan yang dilakukan dengan jumlah massa terntentu dan dengan teknik tertentu agar mendapat perhatian dari pihak yang dituju tanpa menggunakan mekanisme konvensional (birokrasi). Demonstrasi juga bertujuan untuk menekan pembuat keputusan untuk melakukan sesuatu.
Latar Belakang dan Tujuan Aksi umumnya dilatarbelakangi oleh matinya jalur penyampaian aspirasi atau buntunya metode dialog.. Dalam trias politika, aspirasi rakyat diwakili oleh anggota legislatif. Namun dalam kondisi pemerintahan yang korup, para legislator tak dapat memainkan perannya, sehingga rakyat langsung mengambil ‘jalan pintas’ dalam bentuk aksi. Aksi juga dilakukan dalam rangka pembentukan opini atau mencari dukungan publik. Dengan demikian isu yang digulirkan harapannya dapat menjadi snowball. Dari isu mahasiswa menjadi isu masyarakat kebanyakan, seperti dalam kasus aksi menuntut mundur Soeharto.
Landasan Hukum Aksi adalah hak bahkan dalam situasi tertentu dapat menjadi kewajiban. Ia dilindungi oleh UU positif. Selain Declaration of Human Right (freedom of speech), hak aksi juga dilindungi oleh UUD 1945 pasal 28 beserta amandemennya. Secara lebih spesifik, aksi ini kemudian diatur dengan adanya UU No. 9/1998 tentang Mekanisme Penyampaian Pendapat di Muka Umum. UU ini mengharuskan panitia aksi harus memberikan pemberitahuan kepada pihak kepolisian setidaknya 3 hari menjelang hari H. Ketentuan lainnya adalah, didalam surat pemberitahuan itu harus ada nama penanggung jawab aksi, waktu pelaksanaan, rute yangh dilewati, isu yang dibawa, jumlah massa, dan bentuk aksi. Selain itu ada juga larangan untuk melakukan aksi pada hari-hari tertntu dan tempat-tempat tertentu. Dalam pandangan aktivis, UU ini pada awal pengesahannya dicurigai sebagai alat untuk mengibiri suara kritis mahasiswa dan rakyat. Dan pada perkembangannya, UU inilah yang digunakan oleh rezim berkuasa via aparat kepolisian untuk mematikan suara oposan, dengan banyak menyeret para aktivis ke penjara.
Kode EtikUntuk menjaga konsistensi gerakan, beberapa elemen gerakan mahasiswa memiliki kode etik aksi. Kode etik ini pula yang menjadi faktor pembeda aksi yang satu dengan aksi yang lainnya.Di KAMMI misalnya, kode etiknya adalah memulai dan menutup aksi dengan doa, tidak membaurkan peserta aksi putra dengan putri, dan tidak mencemooh seseorang dari cacat fisiknya. Faktor pembeda lainnya adalah lirik lagu-lagu perjuangan dan kata-kata pekik teriakan.MEKANISME LAHIRNYA KEPUTUSAN AKSIKeputusan aksi sebaiknya didiskusikan secara matang analisis SWOT-nya. Organisasi intra kampus mempunyai mekanisme yang berbeda namun hampir sama dengan mahasiswa ekstra. Di ekstra jalur pengambilan keputusan lebih pendek sehingga keputusan aksi dapat lebih cepat dieksekusi. Secara garis besar mekanisme lahirnya keputusan aksi adalah sbb :Diskusi awal (Tim/Dept. Khusus : bidang Sospol), dteruskan ke :Diskusi Lanjutan (pelibatan kader, (unsur UKM), menghadirkan pakar, penerbitan Pers Release), laluPembentukan Tim Teknis AksiAksi di lapangan
MERANCANG AKSIDalam merancang aksi, hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah : planning aksi, perangkat aksi, pelaksanaan, dan kegiatan paska-aksi.
Planning AksiDalam tahap perencanaan aksi, hal urgen yang perlu diperhatikan adalah :Tema / Grand Issue. Pilihlah tema atau isu yang sedang hangat menjadi bahan pembicaraan (up to date) atau relevan atau sesuai dengan kebutuhan organisasi yang bersangkutan. Kemudian fokuskan, agar informasi atau opini yang hendak dibangun tidak bias.TargetSusun target. Baik target teknis seperti pencapaian jumlah massa dan blow up media, dan target esensi seperti isu tuntutan aksi. Begitu juga target siapa yang pihak yang hendak dituju.Skenario. Seperti halnya film, aksi butuh skenario, yang menjadi acuan bergeraknya aksi. Skenario ini mencakup rute, tokoh orator, happening art, dan acara lainnya. Sebaiknya skenario disiapkan lebih dari satu. Jika ada sesuatu hal di lapangan tak memungkinkan berjalannya sebuah skenario, dapat diganti dengan skenario lain (plan B).
MassaDalam aksi yang mengandalkan massa, strategi penggalangan massa menjadi penting, demikian juga dengan cara mengendalikan massa jika massa berjumlah besar.PemberitahuanTergantung pada kebutuhan. Jika kita memutuskan untuk menulis pemberitahuan, maka lakukan sesuai dengan UU No. 9/1998. Begitu juga dengan pemberitahuan kepada media massa (release awal) agar kelak mereka dapat meliput kita.
media interestAksi yang ‘menarik’ akan disukai oleh media. Karena itu perlu diperhatikan sebuah momen yang khusus didesain untuk konsumsi jurnalis foto, selain press release untuk jurnalis berita.Format Format atau bentuk aksi adalah pilihan dari banyak bentuk aksi. Pilihannya ada dua, format kekerasan atau nirkekerasan. Sebagai ‘penjaga gawang’ gerakan moral, maka seyogyanya aksi mahasiswa bersifat nirkekerasan. Aksi nirkekerasan ini sangat bervariatif sekali. Dimulai dari aksi diam (bisu), orasi, happening art, aksi topeng, mmogok makan, hingga ke blokade, pengepungan, dan boikot.
Perangkat Aksi Perangkat aksi adalah person-person yang terlibat dalam suksesnya sebuah aksi. Mereka diantaranya adalah :KorlapKoordinator Lapangan adalah pemegang komando ketika aksi sedang berjalan. Peserta aksi harus mentaati setiap arahan dari korlap. Korlap memperoleh masukan informasi dari perangkat lain yang akan digunakannya untuk mengambil keputusan-keputusan penting. Korlap juga yang bertugas menjaga stamina massa agar tidak loyo dan tetap konsentrasi ke aksi. Korlap bukanlah amanah instant. Ia diperoleh dari proses jangka panjang. Korlap adalah orang paling mengerti tentang isu yang sedang diperjuangkan, sehingga wawasan pengetahuannya dapat dikatakan lebih banyak dari yang lainnya. Korlap dapat juga berorasi.OratorTerkadang diperlukan orator khusus selain korlap, khususnya pada aksi aliansi atau aksi yang melibatkan tokoh. Para orator ini menyampaikan orasi berdasarkan isu yang telah disepakati bersama. Bobot suatu orasi ditentukan oleh susunan kalimat, data up to date, dan kualitas pernyataan sikap. - AgitatorAgitator adalah pembangkit semangat massa dengan pekik teriakan disela-sela orasi korlap dan orator. Ia juga membantu korlap untuk menjaga stamina massa dengan memimpin lagu dan yel-yel.NegosiatorTerkadang diperlukan person yang khusus bertugas untuk melakukan negosiasi. Negosiasi ini dilakukan kepada aparat polisi atau pihak-pihak yang ingin dituju jika aksi di-setting audiensi.HumasTim Humas adalah salah satu elemen penting aksi. Tim humas bertanggung jawab dalam menjembatani aksi kepada para jurnalis. Mereka membuat pers release. Bobot Pers Release itu dibuat berdasarkan nilai-nilai jurnalistik. Disebut sukses jika media tidak bias memuat tuntutan atau opini yang hendak digulirkan oleh aksi.Security/borderTim ini bertugas menjaga keamanan peserta aksi. Mereka juga wajib untuk mengidentifikasi para penyusup atau aparat yang hendak memprovokasi agar aksi berakhir chaos. Tim ini memiliki bahasa tersendiri yang hanya diketahui oleh sedikit orang dari peserta aksi.DokumenterTim ini memback-up tim humas. Tetapi inti tugasnya adalah mendokumentasi aksi dari awal hingga akhir serta membuat kronologis aksi. Dokumentasi ini dengan kamera, handycam ataupun notes. Data ini akan digunakan sebagai bukti otentik jika aksi mengalami kekerasan dari aparat atau massa lain.MedikTugas ini memang spesifik bagi mereka yang menguasai ilmu medis. Umumnya adalah mahasiswa kedokteran atau mereka yang pernah terlibat dalam aktivitas kepalangmerahan atau bulan sabit merah. Tim ini memberikan pertolongan pertama kepada peserta aski yang mengalami cidera.- LogistikDalam aksi yang disetting lama dan melelahkan. Tim logistik bertugas untuk menyediakan sarana untuk membugarkan peserta aksi seperti air minum, snack dan sound system. Terkadang, mereka juga membuat dan mendesain kertas tuntutan atau karikatur.Tim kreatifTim ini memiliki kewenangan untuk mendesain sebuah atraksi seni atau instalasi sesuai amanat hasil musyawarah.
Pelaksanaan dan Pasca Aksi Saat massa telah terkumpul di tempat yang telah ditentukan, maka korlap sebaiknya tidak langsung memberangkatkan peserta aksi sebelum ada taujih (nasehat) dan doa. Selain itu perlu juga adanya pemanasan (warming up) dengan cara melatih yel-yel atau orasi untuk pencerdasan peserta aksi. Warming-up ini bertujuan untuk mensolidasi peserta aksi. Setelah kompak, solid, dan cerdas barulah aksi dimulai.Saat aksi, peserta wajib menghormati komnado korlap dan turut menjaga keamanan aksi hingga aksi usai. Jika aksi disetting serius atau aksi bisu maka peserta harus menjauhkan dari kegiatan senda gurau dan ketidakseriusan. Seusai aksi, maka peserta menutupnya dengan doa. Evaluasi juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas aksi berikutnya. Tim humas juga memonitoring media untuk memantau keberhasilan blow-up media dan tingkat ke-bias-an tuntutan.
TIPS DAN TRIKSAngle fotoFoto dapat berbicara lebih banyak dari kata-kata. Maka desain aksi yang menyediakan angle foto yang baik akan membuat aksi lebih mudah ter-blow up. Misalnya: aksi LSM Pro Fauna yang membuat balon kura-kura raksasa dalam menentang eksploitasi kura-kura sebagai komoditas.
Kalimat posterKalimat poster biasanya juga menjadi incaran fotografer. Pilihlah kalimat yang cerdas namun tetap mencerminkan akhlak seorang mahasiswa. Unik dan kreatif adalah kuncinya. Misal : IMF = International Monster Fund.
UniformKeseragaman pakaian peserta aksi juga dapat menarik perhatian. Pakaian putih-putih, hitam-hitam atau mengenakan pakaian seperti orang utan untuk aksi mendukung keberlangsungan orang utan.
PropagandaPropaganda dibuat untuk mencerdaskan masyarakat di sekitar aksi agar mereka mendukung aksi. Jika aksi dipusat keramaian, maka selebaran propaganda dapat menjadi bacaan yang mengusik perhatian.
Pers releaseSelain data 5W+1H, pers release juga disusun dengan kalimat baik dan sudah sesuai dengan bahasa koran, sehingga redaktur tidak banyak mengedit. Adanya tambahan data dan angka dapat menambah bobot release.
Yel/laguCiptakanlah yel-yel yang khas dan mudah diingat. Lagu bisa diperoleh dengan mengubah lirik dari lagu yang populis. Yel dan Lagu akan memelihara stamina massa.
SymbolizedSimbolisasi perlu dilakukan untuk mencuri perhatian media jika massa aksi tidak terlalu banyak. Misalnya : aksi membawa tikus ke kantor DPRD untuk menyindir anggota dewan yang tak ubahnya seperti tikus-tikus pengerat.
Aliansi taktisUntuk memperkuat posisi tawar, aliansi kadang diperlukan. Aliansi didasarkan pada pertimbangan kesamaan ideologi, atau kesamaan isu , atau kesamaan metode. Jika aliansi ini adalah dari universitas, maka bendera masing-masing universitas wajib untuk ditonjolkan.
Menghadapi wartawan. Jika jurnalis TV mewawancarai peserta aksi, sebaiknya peserta tersebut mengarahkannya kepada tim humas atau korlapnya agar jurnalis itu dpat mewawancarai person yang lebih valid dalam memberikan keterangan. Ketika di wawancara, demonstran yang efektif merancang pesannya supaya bisa disampaikan secara utuh dalam tempo 10 hingga 15 detik. Setelah pesan disampaikan secara singkat, padat, dan utuh - baru kemudian dilakukan elaborasi. Ini menjaga agar pesan utama secara utuh tetap bisa tersiar walaupun mungkin elaborasinya terpotong. Hal ini disebabkan karena spot berita TV sangat singkat, berbeda dengan media cetak yang dapat memuat banyak.Berhadapan dengan wartawan, jauhilah sikap arogan, tampakkanlah sikap ramah dan bersahabat. Sikap arogan membuat wartawan menjaga jarak, bahkan pada titik puncaknya wadah asosiasi mereka akan memboikot setiap kegiatan aksi kita.Beberapa pertanyaan dari wartawan yang bisa diantisipasi oleh setiap peserta aksi adalah:- Mengapa anda berada disini?- Apa yang ingin anda capai?- Apakah demonstrasi ini sungguh-sungguh merupakan solusi?- Apa yang bisa dilakukan oleh khalayak untuk masalah yang anda perjuangkan?
So, Selamat Berjuang !Sampai Jumpa di jalanan !

Wednesday, January 20, 2010

BEDAH BIOGRAFI KEPEMIMPINAN HATTA

“Bung Hatta sebagai Model Kepemimpinan”
Oleh :
TEDI CAHYONO

Sosok Mohammad Hatta (Bung Hatta) tidak pernah hilang tertelan masa. Sudah banyak buku yang mengulas pemikiran, jasa, dan biografi tokoh proklamator ini. Jasa dan curahan pemikiran Bung Hatta terhadap Tanah Air selalu dikenang dan menjadi teladan bagi pemimpin di negeri ini.
Lagi-lagi terngiang kata bersayap pujangga Friedrich von Schiller yang sering dikutip Bung Hatta, "Zaman besar telah dilahirkan abad, tetapi zaman besar itu hanya menemukan manusia kerdil." Sekurang-kurangnya suatu zaman pancaroba dan zaman peralihan menerpa bangsa Indonesia. Seorang pemimpin diperlukan. Pemimpin macam apa?
Pertanyaan pemimpin macam apa semakin mendesak, ketika orang melihat ke kiri dan ke kanan dan tidak pula merasa menemukan sosok yang sepadan dengan tantangan zaman. Suatu hasil polling menunjukkan dari kalangan muda pun, sosok-sosok pemimpin belum tampil secara meyakinkan.
Demikianlah, pemimpin disorot sebagai persoalan besar yang dihadapi bangsa. Suatu koinsidensi yang mencerahkan pun tiba. Pada tanggal 12 Agustus 2002 genaplah 100 tahun usia Mohammad Hatta. Peringatan seabad pejuang, pendiri bangsa dan koproklamator bergaung luas, dan marilah kita cerna agar bergaung mendalam pula.
Zaman besar di masa lampau, yakni zaman kebangkitan, pergerakan dan perjuangan kemerdekaan telah berhasil menemukan orang-orang besar pula. Mereka itulah para penggerak dan pendiri bangsa. Beberapa mencuat dan menonjol di atas rekan-rekan sezamannya. Seorang di antaranya adalah Bung Hatta.
Sungguh suatu anugerah zaman bahwa seabad peringatannya jatuh ketika kita, bangsa Indonesia, sedang membuka mata, telinga, pikiran dan hati untuk belajar dari pengalaman sejarah bangsa sendiri serta pengalaman sejarah bangsa-bangsa lain.
Setiap pemimpin bangsa meninggalkan sosok, kepribadian, karakter, visi, komitmen, serta pergulatan dan suri tauladan yang dapat diambil hikmahnya. Untuk menghadapi pancarobanya perubahan zaman seperti kita jalani sekarang ini, sosok Bung Hatta benar-benar suatu mercusuar.
Ambillah tugas pemimpin yang paling mendesak dewasa ini, ialah menyelenggarakan pemerintah dan pemerintahan yang bersih, yang tidak menyalahgunakan kekuasaan, wewenang, kesempatan, dan koneksi. Dan dengan demikian juga suatu pemerintah yang mau dan mampu menghentikan proses degradasi dan demoralisasi bangsa dalam urutan yang paling sentral dan menentukan, yakni penyelenggaraan kekuasaan.
Bung Hatta berpuluh tahun berada di sentral kekuasaan. Ia mempunyai modal pengabdian yang sekiranya ia kemudian akan menagihnya untuk kepentingan pribadi, masyarakat dan lingkungan akan menenggangnya. Ia tidak memanfaatkannya. Ia tidak memanfaatkan sampai akhir hayatnya.
Pemimpin-pemimpin lain jatuh bangun, terutama dalam ranah penggunaan kekuasaan dan kesempatan. Bung Hatta uncorruptable, tak terkorupsikan ketika memegang kekuasaan. Tidak pula memanfaatkan modal pengabdian maupun koneksi, ketika dengan sukarela meninggalkan kekuasaan.
Patut dipelajari, mengapa ia sanggup tak terkorupsikan sementara yang lain-lain, termasuk Bung Karno jatuh bangun. Ada elemen keagamaan pada sosok pribadinya yang dipahami serta dihayati secara serius sekaligus dengan pandangan yang tercerahkan oleh pendalamannya terhadap filsafat Barat dan Marxis. Begitu di antaranya, penjelasan Malvin Rose, penulis biografi politik Mohammad Hatta.
Faham dan perjuangannya menegakkan kedaulatan rakyat dipengaruhi latar belakang Minangkabau yang egaliter serta lebih bebas dari struktur dan kultur feodal daripada di Jawa. Sesuai pula dengan kepribadiannya yang introvert dan kaku, jika ia secara konsisten dan secara konsekuen menempuh jalan lurus.
Namun, ada hal lain yang terutama untuk zaman sekarang, perlu ditegaskan. Bung Hatta berhasil menumbuhkan pada pribadinya, pilihan dan komitmen asketisisme. Yakni asketisisme seorang pemimpin. Lagi-lagi kata Malvin Rose, ia mendisiplinkan diri sendiri untuk menekan nafsu dan emosi alamiah dengan cara memusatkan seluruh jati dirinya pada pencapaian kemerdekaan Indonesia.
Ia barulah berkeluarga setelah Indonesia Merdeka. Ia melanjutkan asketisismenya dalam menyelenggarakan kekuasaan dan ketika berada di tengah kekuasaan. Kecuali pemahaman, asketisisme seperti dihayati oleh Bung Hatta adalah soal pilihan. Memang pilihan itu menjadi bagian bahkan faktor yang menentukan apakah kepemimpinannya berhasil atau tidak.
Mengenai pilihan ini, sebaiknya ditegaskan dan dipahami. Semua pekerjaan, profesi dan jabatan kecuali pertimbangan dan dimensi pribadi juga mempunyai dimensi kemasyarakatan. Tetapi pastilah berbeda pertimbangan, dimensi serta implikasi dan konsekuensinya, apakah seseorang memilih sebagai ilmuwan, sebagai pebisnis, atau sebagai politikus.
Di masa lampau, ketika ekonomi pasar dan konsumerisme global dan lokal belum semerajalela sekarang, pilihan-pilihan lebih sederhana. Tetapi betapapun zaman berubah, terutama dengan merajalelanya konsumerisme dan materialisme kapitalis, toh pilihan-pilihan itu tetap memiliki konsekuensi dan implikasi masing-masing. Termasuk tentu saja anugerah, imbalan serta pengakuannya.
Kalau Hatta memilih sebagai pedagang, ia pun akan berhasil amat jauh. Tetapi dengan sadar, sejak muda, ia memilih bidang lain. Bidang pengabdian politik untuk memerdekakan bangsa dan negaranya, untuk mendidik dan mencerahkan rakyat, untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan keadilan sosial.
Memang lebih berat pilihan menempuh jalur pengabdian politik untuk zaman sekarang. Tetapi, pilihan toh sukarela. Bisa saja, jalur tidak selalu merupakan pilihan yang dipilih secara sadar sejak semula. Apalagi dalam masa peralihan yang berpancaroba, jalur bisa karena untung-untungan.
Akan tetapi, begitu atau pilihan sadar atau koinsidensi membawanya, harus dipahami dan disadari pilihan jalur politik, kepemimpinan politik pada semua jenjangnya, apalagi pada jenjang-jenjang tinggi, membawa konsekuensi dan implikasinya.
Tentu saja, kebanggaan, imbalan, pengakuan bahkan fulfillment, pemunculan diri dalam pekerjaannya, tetap ada. Berbeda, tetapi ada dan semuanya membanggakan.
Pada Hatta dan pemimpin sezamannya, pilihan dibuat sejak muda. Otaknya cerdas. Ketekunannya luar biasa. Mengapa rencana studinya di Belanda yang direncanakan lima tahun molor menjadi 11 tahun? Ia sibuk memimpin Perhimpunan Indonesia, organisasi orang-orang muda Indonesia yang belajar di Belanda. Ia menghadiri konferensi internasional di mana-mana di Eropa, memperkenalkan cita-cita, perjuangan dan tujuan Indonesia Merdeka.
Ia sekaligus lewat tulisan dan diskusi, merumuskan tujuan Indonesia Merdeka, falsafah Indonesia Merdeka. Ia membina lewat Perhimpunan Indonesia dan forum lain, terwujudnya Indonesia Baru, yang merdeka, berkedaulatan rakyat, adil makmur, maju, terbuka, hadir secara independen dan aktif dalam pergaulan bangsa-bangsa.
Pilihan sejak muda dan karena itu juga konsekuensinya, yakni persiapan sejak muda, itulah pelajaran lain dari sosok Hatta bagi generasi muda Indonesia. Tidaklah berarti, tidak terbuka pilihan yang menyusul kemudian, tetapi pilihan kemudian pun, harus dipahami konsekuensi, implikasi serta tuntutannya.
Bung Karno amat kuat karismanya apalagi untuk rakyat banyak. Bung Hatta bukannya sosok tanpa karisma. Karismanya terhadap rakyat banyak, tidak sekuat Bung Karno, tetapi terhadap setiap lingkungannya otoritas dan kredibilitas Hatta terasa. Karisma itu terpancar dari sosok pribadinya yang berintegritas tinggi serta kompeten.
Bung Hatta percaya kepada rakyat. Karena itu, ia konsisten dan konsekuen menegakkan kedaulatan rakyat. Ia pun sadar, rakyat perlu dididik. Dididik untuk membaca dan menulis agar terbuka pintu untuk menimba pengetahuan dan pengalaman. Seperti pemimpin pergerakan lainnya, ia mengajar di sekolah, terutama ia juga mengajar lewat media seperti Daulat Rakyat serta pendidikan kader.
Meskipun caranya tidak sevokal Bung Karno, Hatta pun mementingkan pendidikan karakter rakyat. Mandiri, tahu hak dan kewajiban, mau mengambil tanggung jawab.
Dipengaruhi serta dicerahkan lewat pendidikan dan pergaulannya selama 11 tahun studi dan bergerak di Eropa, Bung Hatta juga sampai pada pemahaman, Indonesia Merdeka bukan saja dalam makna politik, tetapi juga ekonomi, sosial dan budaya. Bung Hatta berulang kali memperingatkan kemungkinan jebakan feodalisme, maka ia pun terus-menerus memperjuangkan demokrasi yang bertumpu pada kedaulatan rakyat.
Sejarah, katanya, tidak kenal andaikata. Namun, sebagai bahan pelajaran dan pengalaman, bukankah Indonesia akan lain fase perkembangannya, andaikata Bung Karno sebagai Presiden dan pemimpin bangsa serta Hatta sebagai juga pemimpin dengan menyelenggarakan pemerintahan.
Yang kemudian tidak tersentuh, bahkan tumbuh sebagai jebakan baru adalah proses emansipatoris bangsa dalam bidang sosial dan budaya, terutama dalam kaitannya dengan bangkitnya lagi feodalisme, baik kultur maupun strukturnya.
Dalam alam dan suasana itu, baik ekonomi etatisme maupun ekonomi pasar tidak sanggup menghasilkan kemakmuran yang merata bagi rakyat. Yang dihasilkan baik dalam ekonomi etatisme maupun dalam ekonomi pasar adalah kemakmuran untuk orang seorang yang berada dalam kekuasaan dan lingkungannya serta kesenjangan besar bagi rakyat banyak.
Bung Hatta terpanggil untuk pembangunan ekonomi yang berkeadilan sosial yang memperbaiki dan meratakan kemakmuran kepada rakyat, memilih jalan koperasi. Tetapi koperasi yang dipilihnya adalah model gerakan koperasi di negara-negara Skandinavia.
Negara-negara itu bukan berekonomi negara seperti negara-negara komunis. Negara-negara itu, seperti berkembang lebih nyata di kemudian hari, mengacu kepada kerangka referensi ekonomi masyarakat, sebutlah ekonomi pasar sosial.
Lagi pula, betapapun dimensi politik dalam arti mandat keadilan sosial adalah kental pada ekonomi koperasi, tetapi gerakan itu adalah gerakan dan disiplin sosial ekonomi. Inilah yang juga disalahartikan ketika koperasi diterapkan di negeri kita. Akhirnya sampai sekarang ini, koperasi lebih merupakan lembaga dan gerakan yang kosong dan tidak memadai hasilnya. Bahkan juga terkena imbas salah guna kekuasaan dan kesempatan. Koperasi lebih menyuburkan pengurus daripada anggotanya.
Mengapa sosok kepemimpinan Hatta sangatlah relevan dan aktual untuk menumbuhkan kepemimpinan serta menjawab tantangan masa kini? Karena amatlah jelas, contoh, teladan pimpinan yang kecuali cerdas, cakap, efektif juga bersosok asketis amatlah diperlukan kini dan mendatang. Adalah teladan yang ibaratnya dapat menggerakkan gunung dewasa ini.
Dimulai dari pimpinan yang menyinarkan teladan. Segera diikuti oleh suatu kecerdasan dan kecakapan, bahwa untuk memimpin atau menyelenggarakan pemerintah di Indonesia yang berpenduduk besar, berkepulauan majemuk serta mengalami krisis dan pancaroba sekarang ini, diperlukan tim. Tim pemerintah dan pemerintahan.
Orang-orang bersosok, berkarakter, memiliki kecerdasan dan kecakapan dalam bidangnya yang bekerja sama, menggerakkan roda pemerintahan sehingga tidak sekadar omong dan rapat, tetapi get things done terlaksana.
Sosok Hatta yang kecuali cerdas dan cakap, juga efektif karena ketekunannya, karena mau mengontrol dan mau check and recheck. Menggerakkan bahkan turun ke lapangan secara langsung dan tidak langsung.
Karena kehabisan akal, dewasa ini, amat sering kita dengar pernyataan dari mana mulai dan bagaimana? Mengacu kepada Hatta, amatlah jelas jawabannya, mulai dari diri sendiri, bahkan padanya mulai dari diri sendiri secara konsisten dan konsekuen melawan arus. Mulai dari lingkungan masing-masing. Tidak saling menunggu, justru saling mendahului.
Di mana rakyat berada dan apa peranannya? Sekali lagi, terutama mengingat kondisi kita dewasa ini, pemimpin dan pemerintahlah yang harus memulai dengan memberi contoh yang efektif. Tetapi, sesuai dengan prinsip kedaulatan rakyat serta sesuai dengan tanggung jawab yang juga bergeser kepada publik, masyarakat pun terpanggil mengambil tanggung jawab lebih besar dan lebih efektif.
Bukan sekadar melek huruf yang merupakan pendidikan rakyat, kata Bung Hatta, tetapi juga bahkan terutama karakternya. Karakter rakyat. Apakah untuk zaman kita, pendidikan karakter rakyat sama atau kental konotasinya dengan pendidikan masyarakat kewargaan, masyarakat madani, civil society?
Kertas dan karya pada founding fathers negara lain seperti Amerika Serikat, dikumpulkan dan diterbitkan. Bukan untuk disimpan dalam museum, tetapi untuk bekal pelajaran sejarah dan untuk terus dikembangkan, dikaji ulang serta diperkaya untuk menjawab perkembangan dan tantangan zaman.
Seratus tahun Bung Hatta tahun ini, Seabad Bung Karno tahun lalu, mengapa tidak menjadi momentum untuk pekerjaan besar dan pekerjaan bersejarah itu.
http://www.mail-archive.com/rantau-net@rantaunet.com/msg12194.html

Saturday, December 5, 2009

tawuran antar fakultas UNIB




Tawuran, 18 Mahasiswa dan 1 Alumni Unib Diamankan
Jumat, 04 Desember 2009 10:32:56 Kirim-kirim Print version

Akibat kejadian ini, kaca jendela gedung GB III pecah dan kaca mobil Kijang Grand warna merah milik dosen Unib FKIP Abas pecah. Selain itu mahasiswa Pertanian, Aan (19) terpaksa dilarikan ke RS Bhayangkara Jitra karena tak sadarkan diri akibat kena lemparan batu.

Sedangkan dosen FKIP Bayu dikeroyok oleh mahasiwa Pertanian. Namun dia tak dilarikan ke rumah sakit.
Sementara itu, bentrokan itu berawal dari pertandingan sepakbola Dekan Pertanian Cup antara jurusan Argoteknologi Pertanian melawan Penjaskes FKIP pagi harinya. Pertandingan itu sendiri berlangsung ricuh.

Pemain kedua kesebelasan terlibat adu jotos.
Karena kericuhan itu, panitia mendiskualifikasi tim Penjaskes dan Argoteknologi. Mahasiswa Penjaskes tak menerima keputusan itu. Apalagi ketika pertandingan dihentikan, tim Penjaskes unggul.

Tak terima dengan keputusan panitia itu, mahasiwa Penjaskes dengan membawa kayu dan batu menyerang mahasiwa Agroteknologi.Mendapat serangan itu, mahasiswa Agroteknologi memberitahu anak-anak Pertanian lainnya. Dengan jumlah yang lebih besar, anak-anak Pertanian membalas serangan anak-anak Penjaskes.

Tak hanya anak-anak Penjaskes yang tengah berkumpul di pelataran parkir Perpustakaan Unib menjadi sasaran kemarahan mereka, bahkan dosen FKIP pun dikeroyok. Hal ini membuat suasana saat itu mencekam.

Tapi untunglah mengetahui ada keributan, pihak Unib langsung berkoordinasi dengan pihak Polsek Muara Bangkahulu dan Polres Bengkulu. Setelah pihak kepolisian di bawah komando Kapolres Bengkulu AKBP Agung Setya Imam Effendi SH SIK MSi datang, keributan berhasil diantisipasi.

Di sisi lain, terkait tawuran itu, polisi mengamankan 18 mahasiwa dan 1 alumni.Sejauh ini kasus tersebut tengah dalam penyelidikan.18 mahasiswa dan 1 alumni telah diamankan. Mereka akan dilepas setelah dimintai keterangan, ungkap Kapolres Bengkulu AKBP Agung Setya Imam Effendi SH SIK MSi yang langsung turun ke TKP

Damai

Sementara itu, paca kejadian, pihak FKIP dan Pertanian sepakat untuk damai. Pembantu Rektor (PR) IV Unib Hutapia SE ME menjadi mediator perdamaian antara kedua belah pihak.

Dalam pertemuan yang digelar di Rektorat Unib itu, perwakilan mahasiwa Fakultas Pertanian terdiri dari Nanang Utami, Thomas Restu Utami, Dwi Yudianto, Putra Karyadi, Benny Pratama dan Bastian Hardibawa serta perwakilan mahasiswa Penjaskes FKIP Nicho Anggriawan, AL Fajar, Alhadi, Wiwin Hartono, KG Ray Juniansyah dan Rinto Harahap disaksikan Pembantu Dekan III FKIP Drs Syafrizal S MA dan Pembantu Dekan III Pertanian Ir Edi Soetrisno MSc serta saksi dari pihak kepolisian Ipda Arry P SH menandatangani surat perdamaian. Isinya?

Ada 4 poin isi perjanjian itu. Yaitu menyatakan penyesalan dan meminta maaf kepada pihak Unib secara lisan dan tertulis yang disaksikan oleh PR III dan Pembantu Dekan III, mewakili pihak bertikai untuk segera menyelesaikan dan atau tidak melanjutkan kesalahpahaman yang telah terjadi, mewakili pihak bertikai tak akan mengulang peristiwa serupa apabila kejadian serupa terulang siap menanggung resiko sesuai SK Rektor Nomor:2844/J30/HK/2008 tentang etika dan disiplin mahasiswa unib serta bersedia diproses sesuai hukum berlaku.

article of tedi

READING’S ASSIGNMENT

Created by:


TEDI CAHYONO

A1B00901

ENGLISH DEPARTEMENT STUDENT ASSOSIATION
EDUCATION FACULTY
UNIVERSITY OF BENGKULU
2009



1. Read the artickle and answer the question!
Komodo Island
KOMODO is the name of a prehistoric island, its village, primitive tribe, and the name of its dragon, the giant lizard. The original tribe, used to a hard life among the wild dragons, are believed to be very strong. The last man died recently, estimated to be over 105 years old. The new generations have large ears, inherited from the original KOMODO tribe. For those people exploring East Nusa Tenggara, the island of Komodo and its carnivorous residents is a definite ‘must visit’ place.
Komodo Island also boasts a beautiful panorama of two brownish hills, Poreng and Sabieta, with expanses of grassland and rows of palmyra trees. Wild buffaloes frequently graze there, and tourists who are lucky can see blackish adult komodos searching for their prey.
Resume: Pulau Komodo terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan komodo hanya terdapat disana. Komodo adalah hewan karnivora yang bias hidup selama 105 tahun, dan pulau komodo yang dicalonkan menjadi keajaiban dunia ini sangatlah indah.
Questions
A. Answer the question belongs the text!
1.


2. Read the artickle and answer the question!
Barito River
Barito is a 890 km long river and about 1 km wide,it is one of rivers that located in South of Kalimantan ( between Banjarmasin and Kalimantan).
There are pasar terapung or floating market in the Barito river that can be used as tourism place. The floating market is a busy and colorfull collection of small boats and canoo's. The bigger ships bring in fruit and vegetables, which are sold at low prices. The people on the small ships are usually women in colorfull cloth.

They buy their goods from the big boats and transport it to the customers at the shore.
Resume: Sungai Barito memiliki panjang 890 km dan luas 1 km, sungai yang berada diantara Banjarmasin dan Kalimantan ini dijadikan sebagai pasar tarapung.





3. Read the artickle and answer the question!
Kiskendo Cave
This cave, which was named Guo Kiskendo by the local people, was found firstly by a hermit named Ki Gondorio in 1700‘s. The hermit was also the first cave keeper. According to the local story, one night the hermit had a dream of entering a cave that looked like a palace. In the dream, Ki Gondorio got a guidance to name the 15 rooms in the cave. After he woke up, Ki Gondorio followed the guidance that he saw from the dream.
Kiskendo cave is located at the area of Menoreh mountain which is part of the administrative territory of Dusun Sukamaya, Jatimulyo Village, Girimulyo Sub-district, Kulon Progo District, D.I Yogyakarta Province. This cave is at the south western part Wates, the capital city of Kulon Progo District, and is about 800 meters height above the sea level.
Resume: Gua yang berolakasi di area gunung manoreh Dusun Sukamaya, Desa Jatimulyo,Yogyakarta ini mempunyai ketinggian mencapai 800 m diatas laut. Gua ini ditemukan oleh Ki Gondrio (1700), Ki Gondrio sekaligus menjadi kuncen gunung ini.



4. Read the artickle and answer the question!
Puncak Jayawijaya (Carstensz Pyramide)
Jayawijaya mountain is known as one of the seven highest peaks of the world (seven summit). Thus, the peak of the climb at 4884 meters dpl is the goal of pure climber, let alone to climb Puncak Jaya is the conquest of the mountain, the enclosed snow. Various obstacles that are in the ascent, as the sheer natural condition, temperature is very cold, blustery wind and rain, and lack of oxygen in the altitude is a challenge that must be passed by the climber.
Given the weight of climbing terrain, a complex licensing process, and guarantee security during ascent, climber should utilize the services of experienced travel agents. Various travel agent who has an international reputation has provided two options climbing routes, the classic route through the Village Ilaga, or both channels with a more comfortable ride to the helicopter base camp Hill Lake (Lake Valley).
Resume: Gunung Jayawijaya adalah salah satu dari 7 gunung yang tertinggi didunia, gunung ini masih sangat alami dan udara disana sangat dingin.



5. Read the artickle and answer the question!
Tempe Lake
Tempe Lake is a tourism destination in South Sulawesi province that are frequently visited by tourists either domestic or foreign. The lake, which is 13,000 hectare in width, seems like a giant washbasin when it is viewed from above. Subsistence for people living around, it is not only used by the inhabitants of Wajo district, but also other people in the districts of Soppeng and Sidrap. Along the Lakeside, you can observe the fishermen `s floating houses which were built in Bugis Nuance, standing in a row to directly face the lake.
Tempe Lake is the biggest Fishery Wetland area in the world. It is assumed that the lake is located on the meeting point of two continents. Therefore, Wetland many fish species can be found there than other places in Indonesia.

Tempe Lake lies 7 km away from Sengkang city, the capital of Wajo district. To reach the destination, you may take any public transportation such as Pete-pete (Minibus) from Sengkang to the city continued to Walennae River from the Lake Tempe Walennae River in 30 minutes by using Katinting (motor boat).






6. Read the artickle and answer the question!

Lake Toba
Lake Toba is the most famous lake in Indonesia. It is 100 km long and 30 km wide thus many people agree that Lake Toba is the biggest lake in the world. An island in the middle of the lake is Samosir Island at an altitude of 1.000 meters. Lake Toba has a very enchanted scenery for being surrounded by green hills. It offers beautifully magnificent view, fresh air, and tranquillity. You may either swim on the lake or rent a boat to hang around the lake. When the sun is going to set, you will experience a tranquil atmosphere while enjoying the sunset.
Lake Toba has cosmologic and magical values since surrounding people believe the existence of Namborru – seven fairies regarded as the ancestors of Batak tribe. There is an annual event namely Pesta Rakyat Danau Toba to express admiration for the local inhabitants‘ ancestors. In Samosir Island, there are two other lakes namely Lake Sidihoni and Lake Aek Natonang. Likewise, there are some other tourism destinations such as Raja Sidabutar‘s Graveyard and traditional houses of Batak Toba Samosir tribe.




8. Read the artickle and answer the question!

Penyengat Island
During the golden era of Riau-Lingga Sultanate, Penyengat Island held significant roles in governmental and educational sectors. The island was likewise the heart of Islamic teaching and Malay cultural civilization in the past. For that reason, the provincial government of Riau Islands fixed the island as the highly recommended historical tourism destination. The remaining traces of Riau-Lingga Sultanate can still be found in the island, even though some of them are in critically physical condition.
Once upon a time, there were some fishermen and pirates anchored off the coast of the island. They came to the island for pure water that was hard to find in other places except in Penyengat Island. Feeling of being disturbed by those people, a group of bee flied over them to take revenge on. Those people got stung by the bee, so the island was named “Penyengat” that literally means “stinger.”

Penyengat Island is part of Riau Islands Province that includes administratively into Tanjungpinang Sub-district. To reach Penyengat Island, you can take water transportation called pompong from Sri Bintan Pura Port in Tanjungpinang City.



9. Read the artickle and answer the question!

Sepeda Ontel
The name of traditional bike of Indonesia people since a long time ago is "Sepeda Ontel". Hiring bicycles is does not cause pollution, cheap and easy with many places offering them for daily and weekly rental.Even its not on market anymore and very rare to find some of Indonesian people still had this bike.
Such as in Jakarta, Surabaya, Solo and Yogyakarta.Bicycle rental can be found easily in the major tourists areas of Yogya such as Sosrowijayan, Pasar Kembang and Prawirotaman.
Resume: Sepeda ontel adalah sepeda tradisional di Indonesia. Selain tidak menyebabkan polusi, murah dan bisa digunakan disemua tempat, sepeda ini juga dijadikan objek rental oleh turis-turis.
10. Read the artickle and answer the question!

Ganjuran Church

We can call the complex of the church as an acculturative area since there are many things symbolize the blending of culture and religion. It gives the church a plus quality to be listed as a place to visit. In the complex, you will find the harmony of European architecture blended with the style of Hindu, Buddha, and Java.
Ganjuran Church is located in Kaligondang Sumbermulyo village Bambanglipuro Bantul Yogyakarta. The church is located on 20 kilometers to the south of the heart of the city of Yogyakarta. It is very accessible since you can reach the location by public or private transportation.

11. Read the artickle and answer the question!

Lampung & Krakatau volcanic Island

Ancient Chinese travel chronicles refer to a place in the most southerly part of Sumatra called “Lampung” or “place of southerly winds”. The province is gene-rally flat with the highest mountains of Gunung Pesagi, Tanggamas, Seminiung, Sekincau and Raya all being dormant volcanoes. Bandar Lampung, the Provincial capital, was formerly two separate towns, Tanjungkarang and the port of Teluk Betung, which after the infamous eruption of Krakatau were both completely covered in volcanic ash. In the course of development, however this town have merged together to become one single city.

12. Read the artickle and answer the question!
The Museum of Jakarta`s History

It was historically the building owned by VOC. This building was the first City Hall (Staadhuis) in Batavia; it was built by the Dutch in 1627 A.D. It was later renovated in 1970 when Indonesia became independent from the Dutch, and was established as the Museum of Jakarta‘s History in 1974.

Furthermore, the Museum also provides other historical things such as the coins used during the VOC period, various kinds of scales, the Jagur gun which is believed to have magical power, and the flag from the Fatahillah era. Visitors also have the chance to see the paintings of Raden Saleh, ancient maps, and a photograph of a VOC governor, J. P. Cohen.

13. Read the artickle and answer the question!

6The Manggar Segarasari Beach1

The Manggar Segarasari Beach is a worth visiting tourism destination in Balikpapan, East Kalimantan province, Indonesia. Clear water and white grain sand offer you a panoramic view for a tranquil holiday. The entire extent of the destination is around 13 km squares.

The Manggar Segarasari Beach lies amid the villageof Manggarand the villageof Teritip, East Balikpapan sub-district, Balikpapan City, East Kalimantan province. To reach the destination, you may use either motorcycle or car. The access is about 22 km from Balikpapan, and 9 km eastwards from Sepinggan Airport.

14. Read the artickle and answer the question!

Pangandaran Beach
Pangandaran beach is located Ciamis district in the state of West Java. In Pangandaran beach visitors will like fine white beaches, blue ocean and fine seafood. Twelve kilometers before arriving at Pangandaran visitors will see a huge rock on the beach, which is called Karang Nini. Another place there is a wildlife reserve in the vicinity where wild birds and other indigenous animals live about freely to be enjoyed by visitors.
In west of Pangandaran, driving 23 km on the way to Parigi, lays Batu Hiu, meaning Shark's Rock, a coastal rock that has the shark shape.
15. Read the artickle and answer the question!

Tangkuban Perahu Mountain
The Tangkuban Perahu Mountain is an active volcano. It was one of the mountains that was located in the West Javanese province, around 20 km in north the Bandung city.
The biggest crater that was in the peak of this mountain was named Queen's Crater.The nature panorama around this crater was very astonishing so as to attract the interest of the tourist in enjoying and we can hike or ride to the edge of the crater to view the hot water springs upclose, and buy eggs cooked on its hot surface. So the Tangkuban Perahu Mountain become the aim of the tour of many people.
Resume: Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung berapi yangmasih aktif yang ada di Indonesia. Dongeng mengatakan bahwa gunung ini terbuat dari sebuah perahu.

16. Read the artickle and answer the question!

Cangkuang Temple

Cangkuang Temple was discovered firstly by Prof. Harsoyo and Drs. Uka Tjandrasasmita on December 19th , 1966. Both of them included into the researcher team of Leles history. It was discovered after receiving a report stated by Vordeman on the Notulen Bataviaasch Genootschap – published in 1893 A.D. – saying the existence of an ancient graveyard and the remain traces of Siwa Statue in Leles. Some other pre-historic age legacies were discovered on the next research. They were kendan stones (oxidant stone), pieces of earthenwares from the neolithic age and big stones from the megalithic age.

Having a look at the shape of the temple, some archaeologists assumed that the temple was erected in the eighth century. However, from the simple ornaments used, the making technique, and a chinese record, there is a prediction that the temple was built in the seventh century, on the same era as the building of Javanese temples.
17. Read the artickle and answer the question!

Wakatobi Dive Resort
Wakatobi dive resort is located in southeast Sulawesi on the shore of Kendari bay.Wakatobi island is a great place to go diving. The perfect spot for a relaxed holiday.
Wakatobi island is a beautiful tropical island in the remote and peaceful. Wakatobi Dive Resort offers what many consider to be the best reef diving in the world and its also introduced a new level of "Privilege Services" . .
Tourists who dive all over the world say the reefs at Wakatobi are among the world's most beautiful, diverse and pristine.
18. Read the artickle and answer the question!

Batu Gong Beach
Batu Gong Beach and Toli-Toli Hill
Batu Gong Beach and Toli-Toli Hill is located in south east Sulawesi. It is a beautiful beach and 20 km from Kendari to the north. It is a new recreational resort along a 3 km white-sand beach. At the edge of the beach are huge stones, which when hit sound like a gong, hence the name of this area. Gorgeous views the sea can be enjoyed from the top of nearby Toli-Toli hill resort.





19. Read the artickle and answer the question!

Marine Enchantment in Banda Sea

More than 350 marine species are available within the waters area. Thousand species of fish are available as well that is one of the attractions of the location. That is why, most people coming to the location bring mission, mostly, to fish. There are still numerous mysteries that are kept uncovered so far. Therefore, this location is the right place for you who are undertaking research about marine life in Indonesian Archipelago.

Banda Sea directly borders to some islands which are, Buru Island, Ambon Island, Ceram, Alu Island, Tanimbar Island, Barat Data Island, and Timor Island. Administratively, Banda Sea is included into the territorial area of Central Maluku District, Central Maluku Province.

20. Read the artickle and answer the question!

Moluccan King Parrot
The Amboina or Amboyna King (Alisterus amboinensis) is also known as Moluccan King Parrot, Ambon King Parrot or Amboina Green-Winged King Parrot. It is a parrot that is endemic to Peleng Island, Maluku. Found primarily in humid forests.
It has a red head and chest, outer wings dull green mantle, lesser wing coverts and tail-coverts dark purple-blue. The top of the tail is usually black with vivid blue highlights. Their underside is dark gray or black with pink markings on the margins and their feet are gray.Predation and loss of habitat have lowered the population of the Amboina King Parrot drastically, and they are now "near-threatened" in conservation status.
.
4Togian island

Togian islands is located in the Gorontalo, dives specificity is certainly the beauty and the diversity of the underwater sceneries their offer.
It is the only place in the world where barrier reefs, atolls, and fringing reefs are found together. Most of the islands is still covered by dense tropical forest, human settlements and tourism are still very limited.
The reefs and coastal areas provide habitat and breeding areas for hawksbill turtle, the green turtle and the dugong. Togian forests and skies are filled with exotic creatures such as the Togian Macaque, the babirusa, the Sulawesi Hornbill, and hanging parrots.

Tuesday, November 10, 2009

Makalah Agama Bani Ummayah


MAKALAH AGAMA


BANI UMMAYAH

TEDI CAHYONO
A1B009091

Pendidikan Bahasa Inggris

FKIP UNIB
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI i
KATA PENGANTAR iii
Sejarah Bani Ummayah 1
Daulah Bani Umayyah (Masa Kemajuan Islam) 1
Tokoh-Tokoh 2
Masa Kehancuran 2
Masa Keemasan 4
KESIMPULAN 13


KATA PENGANTAR
Piji syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH yang telah melimpahkan rahmatnya sahingga makalah agama (bani ummayah) ini dapat tearselesaikan walaupun masih banyak terdapat kekurangan.

Shalawat beriring salam tak lupa kita curahkan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari alam kebodohan menuju alam yang islami seperti saat ini.

Terimakasih tak lupa penulis ucapkan pada dosen pembimbing, bapak Lukman yang telah membimbing penulis dalam penyelesaian makalah ini.

Akhirnya, Harapan penulis semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua, referensi untuk melangkah dan memperdalam keagamaan kita.


Bengkulu, November 2009




Penulis
TEDI CAHYONO
(A1B009091



Sejarah Bani Ummayah

Sepeninggal Khalifah Ali ibn Abi Thalib¸sebagian masyarakat Islam di Arab, Irak, dan Iran , memilih dan mengang kat Hasan ibn Ali. Namun kemudian ia memberikan jabatan itu kepada Muawiyah ibn Sufyan setelah memangku jabatan selama lebih kurang tiga bulan. Serah terima jabatan itu berlangsung di kota Kufah, pada tahun 661 M. Peristiwa itu dikenal dalam sejarah Islam dengan istilah “Amul Jama’ah”.

Perpindahan kekuasaan kepada Muawiyah ibn Sufyan telah mengakhiri bentuk pemerintahan yang demokratis. Kekhalifahan menjadi semacam monarchi absolut, yaitu sistem kerajaan yang diwariskan secara turun-temurun. Kekhalifahan Bani Umayah bertahan lebih kurang 90 tahun, mulai dari tahun 661 sampai 750 M.

Bani Umayyah (bahasa Arab: بنو أمية, Banu Umayyah) atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari 661 sampai 750 di Jazirah Arab dan sekitarnya; serta dari 756 sampai 1031 di Kordoba, Spanyol. Nama dinasti ini diambil dari nama tokoh Umayyah bin 'Abd asy-Syams, kakek buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu Muawiyah I.
Bani Umayyah

Pendiri
Umayyah • Utsman bin Affan • Abu Sufyan
Khalifah di Damaskus
Muawiyah I • Yazid I • Muawiyah II • Marwan I • Abdul-Malik • Al-Walid I • Sulaiman • Umar II • Yazid II • Hisyam • Al-Walid II • Yazid III • Ibrahim • Marwan II
Amir di Kordoba
Abdurrahman I • Hisyam I • Al- Hakam I • Abdurrahman II • Abdullah • Abdurrahman III
Khalifah di Kordoba
Abdurrahman III • Al-Hakam II • Hisyam II • Muhammad II • Sulaiman • Abdurrahman IV • Abdurrahman V • Muhammad III • Hisyam III
Wilayah penting
Damaskus • Kordoba • Al-Andalus
pro-Umayyah
Tariq bin Ziyad • Hajjaj bin Yusuf • Al-Hurr
anti-Umayyah
Ali dan pendukungnya • al-Husain • Ibnu Zubair
Peristiwa penting
Shiffin • Karbala
Daulah Bani Umayyah (Masa Kemajuan Islam)
Masa ke-Khilafahan Bani Umayyah hanya berumur 90 tahun yaitu dimulai pada masa kekuasaan Muawiyah Ibn Abi Sufyan Radhiallahu ‘anhu, dimana pemerintahan yang bersifat Islamiyyah berubah menjadi monarchiheridetis (kerajaan turun temurun), yaitu setelah al-Hasan bin 'Ali Radhiallahu ‘anhuma menyerahkan jabatan kekhalifahan kepada Mu’awiyah Ibn Abu Sufyan Radhiallahu ‘anhu dalam rangka mendamaikan kaum muslimin yang pada saat itu sedang dilanda fitnah akibat terbunuhnya Utsman Ibn Affan Radhiallahu ‘anhu, perang jamal dan penghianatan dari orang-orang al-khawarij dan syi'ah.
Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah Ibn Abu Sufyan Radhiallahu ‘anhu mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya, Yazid Ibn Muawiyah Rahimahullah. Muawiyah Ibn Abu Sufyan Radhiallahu ‘anhu bermaksud mencontoh monarchi di Persia dan Bizantium. Dia memang tetap menggunakan istilah khalifah, namun dia memberikan interprestasi baru dari kata-kata itu untuk mengagungkan jabatan tersebut. Dia menyebutnya "khalifah Allah" dalam pengertian "penguasa" yang diangkat oleh Allah.

Tokoh-Tokoh
1.Muawiyah ibn Abi Sufyan (661-680 M),
2.Yazid Ibn Muawiyah,
3.Muawiyah Ibn Yazid,
4.Marwan Ibnul Hakam,
5.Abdullah Ibn Zubair Ibnul Awwam (Interegnum),
6.Abdul-Malik ibn Marwan (685- 705 M),
7.al-Walid ibn Abdul Malik (705-715 M),
8.Yazid ibn Abdul Malik
9.Umar ibn Abdul-Aziz (717- 720 M) dan
10.Hasyim ibn Abd al-Malik (724- 743 M).
11.Marwan II Al-Himar.Rahimahumullahu ajma,in

Masa Kehancuran
Secara Revolusioner, Daulah Abbasiyyah (750-1258) menggulingkan kekuasaan Daulah Umayyah, kejatuhan Daulah Umayyah disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya meningkatnya kekecewaan kelompok Mawali terhadap Daulah Umayyah, pecahnya persatuan antarasuku bangsa Arab dan timbulnya kekecewaan masyarakat agamis dan keinginana mereka untuk memilki pemimpin karismatik. Sebagai kelompok penganut islam baru, mawali diperlakukan sebagai masyarakat kelas dua, sementara bangsa Arab menduduki kelas bangsawan. Golongan agamis merasa kecewa terhadap pemerintahan bani Umayyah karena corak pemerintahannya yang sekuler. Menurut mereka, Negara seharusnya dipimpin oleh penguasa yang memiliki integritas keagamaan dan politik. Adapun perpecahan antara suku bangsa Arab, setidak-tidaknya ditandai dengan timbulnya fanatisme kesukuan Arab utara, yakni kelompok Mudariyah dengan kesukuan Arab Selatan, yakni kelompok Himyariyah. Disamping itu, perlawanan dari kelompok syi`ah merupakan faktor yang sangat berperan dalam menjatuhkan Daulah Umayyah dan munculnya Daulah Abbasiyyah.
Namun secara garis besar menurut Badri Yatim faktor yang menyebabkan Daulah Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran antara lain adalah :
1. Sistim pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah merupakan sesuatu yang baru bagi tradisi Arab yang lebih menekankan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas. Ketidakjelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat dikalangan anggota keluarga istana
2. Latar belakang terbentuknya Daulah Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Sisa-sisa kaum Syi`ah (pengikut Ali) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi, baik secara terbuka seperti dimasa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti dimasa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.
3. Pada masa kekuasaan bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin meruncing. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Disamping itu, sebagian besar golongan Mawali (non Arab), terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya, merasa tidak puasa karena status Mawali itu menggambarkan suatu inferioritas, ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah
4. Lemahnya pemerintahan Daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah dilingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan, disamping itu, golongan agama yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang
5. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan Daulah Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas Ibn Abd. Al-Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan Syi`ah dan kaum Mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.
Dari uraian kemunduran dan kehancuran Daulah Bani Umayyah diatas, penulis melihat hal ini merupakan sunnatullah bahwa setiap kekuasaan dan peradaban akan mencapai puncak kemajuannya, dan akan menelusuri jurang kehancurannya dikemudian hari. ÙˆَتِÙ„ْÙƒَ الأَÙŠَّامُ Ù†ُدَاوِلهْاَ بَÙŠْÙ†َ النَّاسِ…

Masa Keemasan
PERKEMBANGAN DAN KEMAJUAN PERADABAN ISLAM PADA MASA BANI UMAYAH
Masa Berkuasanya Bani Umayyah di Andalus dan penerusnya
1.Masuknya Islam ke Spanyol (Andalus)
Spanyol diduduki umat Islam pada zaman khalifah Al-Walid Rahimahullah (705-715 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, dimana Ummat Islam sebelumnya telah mengusasi Afrika Utara. Dalam proses penaklukan Spanyol ini terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa yaitu Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair Rahimahullahum ajma’in.
Spanyol diduduki umat Islam pada zaman Khalifah Al-Walid Rahimahullah (705-715 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Sebelum penaklukan Spanyol, umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu propinsi dari dinasti Bani Umayah, Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara itu terjadi di zaman Khalifah Abdul Malik Ibn Marwan Rahimahullah (685-705 M). Khalifah Abd al-Malik Rahimahullah mengangkat Hasan ibn Nu'man al-Ghassani Rahimahullah menjadi gubernur di daerah itu. Pada masa Khalifah al-Walid, Hasan ibn Nu'man Rahimahullah sudah digantikan oleh Musa ibn Nushair Rahimahullah. Di zaman al-Walid itu, Musa ibn Nushair Rahimahullah memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Maroko.
Selain itu, ia juga menyempurnakan penaklukan ke daerah-daerah bekas kekuasaan bangsa Barbar di pegunungan-pegunungan, sehingga mereka menyatakan setia dan berjanji tidak akan membuat kekacauan-kekacauan seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Penaklukan atas wilayah Afrika Utara itu dari pertama kali dikalahkan sampai menjadi salah satu propinsi dari Khilafah Bani Umayah memakan waktu selama 53 tahun, yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah ibn Abi Sufyan Radhiallahu ‘anhu) sampai tahun 83 H (masa al-Walid Rahimahullah). Sebelum dikalahkan dan kemudian dikuasai Islam, di kawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kekuasaan kerajaan Romawi, yaitu kerajaan Gothik. Kerajaan ini sering menghasut penduduk agar membuat kerusuhan dan menentang kekuasaan Islam. Setelah kawasan ini betul-betul dapat dikuasai, umat Islam mulai memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan Spanyol. Dengan demikian, Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi kaum muslimin dalam penaklukan wilayah Spanyol.
Dalam proses penaklukan spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair Rahimahullahum ajma’in. Tharif dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik. Ia menyeberangi selat yang berada di antara Maroko dan benua Eropa itu dengan satu pasukan perang, lima ratus orang diantaranya adalah tentara berkuda, mereka menaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian. Dalam penyerbuan itu Tharif tidak mendapat perlawanan yang berarti. Ia menang dan kembali ke Afrika Utara membawa harta rampasan yang tidak sedikit jumlahnya. Didorong oleh keberhasilan Tharif dan kemelut yang terjadi dalam tubuh kerajaan Visigothic yang berkuasa di Spanyol pada saat itu, serta dorongan yang besar untuk memperoleh harta rampasan perang, Musa ibn Nushair pada tahun 711 M mengirim pasukan ke spanyol sebanyak 7000 orang di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad Rahimahullah.
Thariq ibn Ziyad Rahimahullah lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata. Pasukannya terdiri dari sebagian besar suku Barbar yang didukung oleh Musa ibn Nushair Rahimahullah dan sebagian lagi orang Arab yang dikirim Khalifah al-Walid Rahimahullah. Pasukan itu kemudian menyeberangi Selat di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad Rahimahullah. Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat dan menyiapkan pasukannya, dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Dengan dikuasainya daerah ini, maka terbukalah pintu secara luas untuk memasuki Spanyol. Dalam pertempuran di suatu tempat yang bernama Bakkah, Raja Roderick dapat dikalahkan. Dari situ Thariq Rahimahullah dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting, seperti Cordova, Granada dan Toledo (ibu kota kerajaan Gothik saat itu). Sebelum Thariq Rahimahullah berhasil menaklukkan kota Toledo, ia meminta tambahan pasukan kepada Musa ibn Nushair Rahimahullah di Afrika Utara. Musa mengirimkan tambahan pasukan sebanyak 5000 personel, sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya 12.000 orang. Jumlah ini belum sebanding dengan pasukan Gothik yang jauh lebih besar, 100.000 orang.
Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq ibn Ziyad Rahimahullah membuat jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Untuk itu, Musa ibn Nushair Rahimahullah merasa perlu melibatkan diri dalam gelanggang pertempuran dengan maksud membantu perjuangan Thariq. Dengan suatu pasukan yang besar, ia berangkat menyeberangi selat itu, dan satu persatu kota yang dilewatinya dapat ditaklukkannya. Setelah Musa Rahimahullah berhasil menaklukkan Sidonia, Karmona, Seville, dan Merida serta mengalahkan penguasa kerajaan Gothic, Theodomir di Orihuela, ia bergabung dengan Thariq di Toledo. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulai dari Saragosa sampai Navarre.
Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn Abd al-Aziz Rahimahullah tahun 99 H/717 M. Kali ini sasaran ditujukan untuk menguasai daerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Perancis Selatan. Pimpinan pasukan dipercayakan kepada Al-Samah Rahimahullah, tetapi usahanya itu gagal dan ia sendiri terbunuh pada tahun 102 H. Selanjutnya, pimpinan pasukan diserahkan kepada Abdurrahman ibn Abdullah al-Ghafiqi Rahimahullah. Dengan pasukannya, ia menyerang kota Bordreu, Poiter, dan dari sini ia mencoba menyerang kota Tours. Akan tetapi, diantara kota Poiter dan Tours itu ia ditahan oleh Charles Martel, sehingga penyerangan ke Perancis gagal dan tentara yang dipimpinnya mundur kembali ke Spanyol.
Sesudah itu, masih juga terdapat penyerangan-penyerangan, seperti ke Avirignon tahun 734 M, ke Lyon tahun 743 M, dan pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah, Majorca, Corsia, Sardinia, Creta, Rhodes, Cyprus dan sebagian dari Sicilia juga jatuh ke tangan Islam di zaman Bani Umayah. Gelombang kedua terbesar dari penyerbuan kaum Muslimin yang geraknya dimulai pada permulaan abad ke-8 M ini, telah menjangkau seluruh Spanyol dan melebar jauh menjangkau Perancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia. Kemenangan-kemenangan yang dicapai umat Islam nampak begitu mudah. Hal itu tidak dapat dipisahkan dari adanya faktor eksternal dan internal yang menguntungkan.
Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah suatu kondisi yang terdapat di dalam negeri Spanyol sendiri. Pada masa penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam, kondisi sosial, politik, dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan menyedihkan. Secara politik, wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi ke dalam beberapa negeri kecil. Bersamaan dengan itu penguasa Gothic bersikap tidak toleran terhadap aliran agama yang dianut oleh penguasa, yaitu aliran Monofisit, apalagi terhadap penganut agama lain, Yahudi. Penganut agama Yahudi yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa dibaptis menurut agama Kristen. Yang tidak bersedia disiksa, dan dibunuh secara brutal.
Rakyat dibagi-bagi ke dalam sistem kelas, sehingga keadaannya diliputi oleh kemelaratan, ketertindasan, dan ketiadaan persamaan hak. Di dalam situasi seperti itu, kaum tertindas menanti kedatangan juru pembebas, dan juru pembebasnya mereka temukan dari orang Islam. Berkenaan dengan itu Amer Ali, seperti dikutip oleh Imamuddin mengatakan, ketika Afrika (Timur dan Barat) menikmati kenyamanan dalam segi material, kebersamaan, keadilan, dan kesejahteraan, tetangganya di jazirah Spanyol berada dalam keadaan menyedihkan di bawah kekuasaan tangan besi penguasa Visighotic. Di sisi lain, kerajaan berada dalam kemelut yang membawa akibat pada penderitaan masyarakat. Akibat perlakuan yang keji, koloni-koloni Yahudi yang penting menjadi tempat-tempat perlawanan dan pemberontakkan. Perpecahan dalam negeri Spanyol ini banyak membantu keberhasilan campur tangan Islam di tahun 711 M. Perpecahan itu amat banyak coraknya, dan sudah ada jauh sebelum kerajaan Gothic berdiri.
Perpecahan politik memperburuk keadaan ekonomi masyarakat. Ketika Islam masuk ke Spanyol, ekonomi masyarakat dalam keadaan lumpuh. Padahal, sewaktu Spanyol masih berada di bawah pemerintahan Romawi (Byzantine), berkat kesuburan tanahnya, pertanian maju pesat. Demikian juga pertambangan, industri dan perdagangan karena didukung oleh sarana transportasi yang baik. Akan tetapi, setelah Spanyol berada di bawah kekuasaan kerajaan Goth, perekonomian lumpuh dan kesejahteraan masyarakat menurun. Hektaran tanah dibiarkan terlantar tanpa digarap, beberapa pabrik ditutup, dan antara satu daerah dan daerah lain sulit dilalui akibat jalan-jalan tidak mendapat perawatan.
Buruknya kondisi sosial, ekonomi, dan keagamaan tersebut terutama disebabkan oleh keadaan politik yang kacau. Kondisi terburuk terjadi pada masa pemerintahan Raja Roderick, Raja Goth terakhir yang dikalahkan Islam. Awal kehancuran kerajaan Ghoth adalah ketika Raja Roderick memindahkan ibu kota negaranya dari Seville ke Toledo, sementara Witiza, yang saat itu menjadi penguasa atas wilayah Toledo, diberhentikan begitu saja. Keadaan ini memancing amarah dari Oppas dan Achila, kakak dan anak Witiza. Keduanya kemudian bangkit menghimpun kekuatan untuk menjatuhkan Roderick. Mereka pergi ke Afrika Utara dan bergabung dengan kaum muslimin. Sementara itu terjadi pula konflik antara Roderick dengan Ratu Julian, mantan penguasa wilayah Septah. Julian juga bergabung dengan kaum Muslimin di Afrika Utara dan mendukung usaha umat Islam untuk menguasai Spanyol, Julian bahkan memberikan pinjaman empat buah kapal yang dipakai oleh Tharif, Tariq dan Musa Rahimahumullah.
Hal menguntungkan tentara Islam lainnya adalah bahwa tentara Roderick yang terdiri dari para budak yang tertindas tidak lagi mempunyai semangat perang Selain itu, orang Yahudi yang selama ini tertekan juga mengadakan persekutuan dan memberikan bantuan bagi perjuangan kaum Muslimin.
Adapun yang dimaksud dengan faktor internal adalah suatu kondisi yang terdapat dalam tubuh penguasa, tokon-tokoh pejuang dan para prajurit Islam yang terlibat dalam penaklukan wilayah Spanyol pada khususnya. Para pemimpin adalah tokoh-tokoh yang kuat, tentaranya kompak, bersatu, dan penuh percaya diri. Mereka pun cakap, berani, dan tabah dalam menghadapi setiap persoalan. Yang tak kalah pentingnya adalah ajaran Islam yang ditunjukkan para tentara Islam, yaitu toleransi, persaudaraan, dan tolong menolong. Sikap toleransi agama dan persaudaraan yang terdapat dalam pribadi kaum muslimin itu menyebabkan penduduk Spanyol menyambut kehadiran Islam di sana.
2.Perkembangan Islam di Spanyol (Andalus)
Perkembangan Islam di Spanyol yang berlangsung lebih dari tujuh setengah abad, Islam memainkan peranan yang sangat besar. Sejarah panjang yang dilalui Umat Islam di Spanyol ini dapat dibagi menjadi enam periode, dimana tiap periode mempunyai corak pemerintahan dan dinamika masyarakat tersendiri. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Spanyol hingga jatuhnya kerajaan Islam terakhir di sana, Islam memainkan peranan yang sangat besar. Masa itu berlangsung lebih dari tujuh setengah abad sejarah panjang yang dilalui umat Islam di Spanyol, itu dapat dibagi menjadi enam periode, yaitu :


1. Periode Pertama (711-755 M).
Pada periode ini Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. Pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum tercapai secara sempurna, gangguan-gangguan masih terjadi, baik datang dari dalam maupun dari luar. Gangguan dari dalam antara lain berupa perselisihan di antara elite penguasa, terutama akibat perbedaan etnis dan golongan. Disamping itu, terdapat perbedaan pandangan antara khalifah di Damaskus dan gubernur Afrika Utara yang berpusat di Kairwan. Masing-masing mengaku bahwa merekalah yang paling berhak menguasai daerah Spanyol ini.
Oleh karena itu, terjadi dua puluh kali pergantian wali (gubernur) Spanyol dalam jangka waktu yang amat singkat. Perbedaan pandangan politik itu menyebabkan seringnya terjadi perang saudara. Hal ini ada hubungannya dengan perbedaan etnis, terutama, antara Barbar asal Afrika Utara dan Arab. Di dalam etnis Arab sendiri terdapat dua golongan yang terus-menerus bersaing, yaitu suku Quraisy (Arab Utara) dan Arab Yamani (Arab Selatan). Perbedaan etnis ini seringkali menimbulkan konflik politik, terutama ketika tidak ada figur yang tangguh. Itulah sebabnya di Spanyol pada saat itu tidak ada gubernur yang mampu mempertahankan kekuasaannya untuk jangka waktu yang agak lama.
Gangguan dari luar datang dari sisa-sisa musuh Islam di Spanyol yang bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang memang tidak pernah mau tunduk kepada pemerintahan Islam. Gerakan ini terus memperkuat diri. Setelah berjuang lebih dari 500 tahun, akhirnya mereka mampu mengusir Islam dari bumi Spanyol. Karena seringnya terjadi konflik internal dan berperang menghadapi musuh dari luar, maka dalam periode ini Islam Spanyol belum memasuki kegiatan pembangunan di bidang peradaban dan kebudayaan. Periode ini berakhir dengan datangnya Abdurrahman al-Dakhil ke Spanyol pada tahun 138 H/755 M.
2. Periode Kedua (755-912 M)
Pada periode ini. Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar amir (panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan Islam, yang ketika itu dipegang oleh khalifah Abbasiyah di Baghdad. Amir pertama adalah Abdurrahman I yang memasuki Spanyol tahun 138 H/755 M dan diberi gelar Al-Dakhil (Yang Masuk ke Spanyol). Dia adalah keturunan Bani Umayyah yang berhasil lolos dari kejaran Bani Abbas ketika yang terakhir ini berhasil menaklukkan Bani Umayyah di Damaskus. Selanjutnya, ia berhasil mendirikan dinasti Bani Umayyah di Spanyol. Penguasa-penguasa Spanyol pada periode ini adalah Abdurrahman al-Dakhil, Hisyam I, Hakam I, Abdurrahman al-Ausath, Muhammad ibn Abdurrahman, Munzir ibn Muhammad, dan Abdullah ibn Muhammad.
Pada periode ini, umat Islam Spanyol mulai memperoleh kemajuan-kemajuan, baik dalam bidang politik maupun dalam bidang peradaban. Abdurrahman al-Dakhil mendirikan masjid Cordova dan sekolah-sekolah di kota-kota besar Spanyol. Hisyam I dikenal berjasa dalam menegakkan hukum Islam, dan Hakam I dikenal sebagai pembaharu dalam bidang kemiliteran. Dialah yang memprakarsai tentara bayaran di Spanyol. Sedangkan Abdurrahman al-Ausath dikenal sebagai penguasa yang cinta ilmu. Pemikiran filsafat juga mulai masuk pada periode ini, terutama di zaman Abdurrahman al-Aushath. Ia mengundang para ahli dari dunia Islam lainnya untuk datang ke Spanyol sehingga kegiatan ilmu pengetahuan di Spanyol mulai semarak.
Sekalipun demikian, berbagai ancaman dan kerusuhan terjadi. Pada pertengahan abad ke-9 stabilitas negara terganggu dengan munculnya gerakan Kristen fanatik yang mencari kesyahidan. Namun, Gereja Kristen lainnya di seluruh Spanyol tidak menaruh simpati pada gerakan itu, karena pemerintah Islam mengembangkan kebebasan beragama. Penduduk Kristen diperbolehkan memiliki pengadilan sendiri berdasarkan hukum Kristen. Peribadatan tidak dihalangi. Lebih dari itu, mereka diizinkan mendirikan gereja baru, biara-biara disamping asrama rahib atau lainnya. Mereka juga tidak dihalangi bekerja sebagai pegawai pemerintahan atau menjadi karyawan pada instansi militer.
Gangguan politik yang paling serius pada periode ini datang dari umat Islam sendiri. Golongan pemberontak di Toledo pada tahun 852 M membentuk negara kota yang berlangsung selama 80 tahun. Disamping itu sejumlah orang yang tak puas membangkitkan revolusi. Yang terpenting diantaranya adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Hafshun dan anaknya yang berpusat di pegunungan dekat Malaga. Sementara itu, perselisihan antara orang-orang Barbar dan orang-orang Arab masih sering terjadi.
3. Periode Ketiga (912-1013 M)
Periode ini berlangsung mulai dari pemerintahan Abdurrahman III yang bergelar An-Nasir sampai munculnya "raja- raja kelompok" yang dikenal dengan sebutan Muluk al-Thawaij. Pada periode ini Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar khalifah, penggunaan gelar khalifah tersebut bermula dari berita yang sampai kepada Abdurrahman III, bahwa Al-Muktadir, Khalifah daulat Bani Abbas di Baghdad meninggal dunia dibunuh oleh pengawalnya sendiri. Menurut penilaiannya, keadaan ini menunjukkan bahwa suasana pemerintahan Abbasiyah sedang berada dalam kemelut. Ia berpendapat bahwa saat ini merupakan saat yang paling tepat untuk memakai gelar khalifah yang telah hilang dari kekuasaan Bani Umayyah selama 150 tahun lebih. Karena itulah, gelar ini dipakai mulai tahun 929 M. Khalifah-khalifah besar yang memerintah pada periode ini ada tiga orang, yaitu Abdurrahman al-Nashir (912-961 M), Hakam II (961-976 M), dan Hisyam II (976-1009 M).
Pada periode ini umat Islam Spanyol mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi kejayaan daulat Abbasiyah di Baghdad. Abdurrahman al-Nashir mendirikan universitas Cordova. Perpustakaannya memiliki koleksi ratusan ribu buku. Hakam II juga seorang kolektor buku dan pendiri perpustakaan. Pada masa ini, masyarakat dapat menikmati kesejahteraan dan kemakmuran. Pembangunan kota berlangsung cepat.
Awal dari kehancuran khilafah Bani Umayyah di Spanyol adalah ketika Hisyam naik tahta dalam usia sebelas tahun. Oleh karena itu kekuasaan aktual berada di tangan para pejabat. Pada tahun 981 M, Khalifah menunjuk Ibn Abi Amir sebagai pemegang kekuasaan secara mutlak. Dia seorang yang ambisius yang berhasil menancapkan kekuasaannya dan melebarkan wilayah kekuasaan Islam dengan menyingkirkan rekan-rekan dan saingan-saingannya. Atas keberhasilan-keberhasilannya, ia mendapat gelar al-Manshur Billah. Ia wafat pada tahun 1002 M dan digantikan oleh anaknya al-Muzaffar yang masih dapat mempertahankan keunggulan kerajaan. Akan tetapi, setelah wafat pada tahun 1008 M, ia digantikan oleh adiknya yang tidak memiliki kualitas bagi jabatan itu. Dalam beberapa tahun saja, negara yang tadinya makmur dilanda kekacauan dan akhirnya kehancuran total. Pada tahun 1009 M khalifah mengundurkan diri. Beberapa orang yang dicoba untuk menduduki jabatan itu tidak ada yang sanggup memperbaiki keadaan. Akhirnya pada tahun 1013 M, Dewan Menteri yang memerintah Cordova menghapuskan jabatan khalifah. Ketika itu, Spanyol sudah terpecah dalam banyak sekali negara kecil yang berpusat di kota-kota tertentu.
4. Periode Keempat (1013-1086 M)
Pada periode ini, Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-Mulukuth Thawaif, yang berpusat di suatu kota seperti Seville, Cordova, Toledo, dan sebagainya. Yang terbesar diantaranya adalah Abbadiyah di Seville. Pada periode ini umat Islam Spanyol kembali memasuki masa pertikaian intern. Ironisnya, kalau terjadi perang saudara, ada diantara pihak-pihak yang bertikai itu yang meminta bantuan kepada raja-raja Kristen. Melihat kelemahan dan kekacauan yang menimpa keadaan politik Islam itu, untuk pertama kalinya orang-orang Kristen pada periode ini mulai mengambil inisiatif penyerangan. Meskipun kehidupan politik tidak stabil, namun kehidupan intelektual terus berkembang pada periode ini. Istana-istana mendorong para sarjana dan sastrawan untuk mendapatkan perlindungan dari satu istana ke istana lain.

5. Periode Kelima (1086-1248 M)
Pada periode ini Spanyol Islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara, tetapi terdapat satu kekuatan yang dominan, yaitu kekuasaan daulah Murabithun (860-1143 M) dan daulah Muwahhidun (1146-1235 M). Dinasti Murabithun pada mulanya adalah sebuah gerakan politik yang didirikan oleh Yusuf ibn Tasyfin di Afrika Utara. Pada tahun 1062 M ia berhasil mendirikan sebuah kerajaan yang berpusat di Marakisy. Ia masuk ke Spanyol atas "undangan" penguasa-penguasa Islam di sana yang tengah memikul beban berat perjuangan mempertahankan negeri-negerinya dari serangan-serangan orang-orang Kristen. Ia dan tentaranya memasuki Spanyol pada tahun 1086 M dan berhasil mengalahkan pasukan Castilia.
Karena perpecahan di kalangan raja-raja muslim, Yusuf melangkah lebih jauh untuk menguasai Spanyol dan ia berhasil untuk itu. Akan tetapi, penguasa-penguasa sesudah ibn Tasyfin adalah raja-raja yang lemah. Pada tahun 1143 M, kekuasaan dinasti ini berakhir, baik di Afrika Utara maupun di Spanyol dan digantikan oleh daulah Muwahhidun. Pada masa daulah Murabithun, Saragossa jatuh ke tangan Kristen, tepatnya tahun 1118 M. Di Spanyol sendiri, sepeninggal dinasti ini, pada mulanya muncul kembali dinasti-dinasti kecil, tapi hanya berlangsung tiga tahun. Pada tahun 1146 M penguasa dinasti Muwahhidun yang berpusat di Afrika Utara merebut daerah ini. Muwahhidun didirikan oleh Muhammad ibn Tumart (w. 1128). Dinasti ini datang ke Spanyol di bawah pimpinan Abdul Mun'im. Antara tahun 1114 dan 1154 M, kota-kota muslim penting, Cordova, Almeria, dan Granada, jatuh ke bawah kekuasaannya.
Untuk jangka beberapa dekade, daulah ini mengalami banyak kemajuan. Kekuatan-kekuatan Kristen dapat dipukul mundur. Akan tetapi tidak lama setelah itu, Muwahhidun mengalami keambrukan. Pada tahun 1212 M, tentara Kristen memperoleh kemenangan besar di Las Navas de Tolesa. Kekalahan-kekalahan yang dialami Muwahhidun menyebabkan penguasanya memilih untuk meninggalkan Spanyol dan kembali ke Afrika Utara tahun 1235 M. Keadaan Spanyol kembali runyam, berada di bawah penguasa-penguasa kecil. Dalam kondisi demikian, umat Islam tidak mampu bertahan dari serangan-serangan Kristen yang semakin besar. Tahun 1238 M Cordova jatuh ke tangan penguasa Kristen dan Seville jatuh tahun 1248 M. Seluruh Spanyol kecuali Granada lepas dari kekuatan Islam.
6. Periode Keenam (1248-1492 M)
Pada periode ini, Islam hanya berkuasa di daerah Granada, di bawah dinasti Bani Ahmar (1232-1492). Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti di zaman Abdurrahman an-Nashir. Akan tetapi, secara politik, dinasti ini hanya berkuasa di wilayah yang kecil. Kekuasaan Islam yang merupakan pertahanan terakhir di Spanyol ini berakhir karena perselisihan orang-orang istana dalam memperebutkan kekuasaan. Abu Abdullah Muhammad merasa tidak senang kepada ayahnya karena menunjuk anaknya yang lain sebagai penggantinya menjadi raja. Dia memberontak dan berusaha merampas kekuasaan. Dalam pemberontakan itu, ayahnya terbunuh dan digantikan oleh Muhammad ibn Sa'ad. Abu Abdullah kemudian meminta bantuan kepada Ferdinand dan Isabella untuk menjatuhkannya. Dua penguasa Kristen ini dapat mengalahkan penguasa yang sah dan Abu Abdullah naik tahta.
Tentu saja, Ferdinand dan Isabella yang mempersatukan dua kerajaan besar Kristen melalui perkawinan itu tidak cukup merasa puas. Keduanya ingin merebut kekuasaan terakhir umat Islam di Spanyol. Abu Abdullah tidak kuasa menahan serangan-serangan orang Kristen tersebut dan pada akhirnya mengaku kalah. Ia menyerahkan kekuasaan kepada Ferdinand dan Isabella, kemudian hijrah ke Afrika Utara. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Islam di Spanyol tahun 1492 M. Umat Islam setelah itu dihadapkan kepada dua pilihan, masuk Kristen atau pergi meninggal Spanyol. Pada tahun 1609 M, boleh dikatakan tidak ada lagi umat Islam di daerah ini.

Pada masa Bani Umayah beberapa kemajuan di bebagai sektor berhasil dicapai. Antara lain dibidang arsitektur, perdagangan, organisasi militer dan seni.
1. Arsitektur
Pada masa Bani Umayah bidang arsitektur maju pesat. Terlihat dari bangunan-bangunan artistik serta masjid-masjid yang memenuhi kota. Kota lama pun dibangun menjadi kota modern. Mereka memadukan gaya Persia dengan nuansa Islam yang kental di setiap bangunannya.
Adapun pada masa Walid dibangun sebuah masjid agung yang terkenal dengan sebutan Masjid Damaskus yang diarsiteki oleh Abu Ubaidah bin Jarrah. Sedangkan kota baru yang dibangun di zaman ini adalah Kota Kairawan. Didirikan oleh Uqbah bin Nafi ketika dia menjabat sebagai gub ernur.
2. Organisasi militer
Di zaman ini militer dikelompokkan menjadi 3 angkatan. Yaitu angkatan darat (al-jund), angkatan laut (al-bahiriyah) dan angkatan kepolisian.
3. Perdagangan
Setelah Bani Umayah berhasil menaklukkan bebagai wilayah, jalur perdangan jadi semakin lancar. Ibu kota Basrah di teluk Persi pun menjadi pelabuhan dagang yang ramai dan makmur, begitu pula kota Aden.
4. Kerajinan
Ketika khalifah Abdul Malik menjabat, mulailah dirintis pembuatan tiras (semacam bordiran), yakni cap resmi yang dicetak pada pakaian khalifah dan para pembesar pemerintahan.
KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Bani Umayah dimulai dengan pengangkatan Muawiyah sebagai khalifah dengan cara yang tidak demokratis pada tahun 41 H. Selanjutnya sistem kepemimpinan dilangsungkan secara monarchiheridetis (kerajaan turun temurun) selama 91 tahun. Peristiwa penting yang terjadi pada masa itu antara lain terbunuhnya Husein bin Ali di Karbala pada masa pemerintahan Yazid bin Muawiyah.
Meski demikian, Bani Umayah mencatatkan beberapa kamajuan, terutama di bidang arsitektur, perdagangan, militer dan kesenian. Adapun masa keemasan terjadi ketika tampuk kepemimpinan berada di tangan Abdul Malik bin Marwan sampai Umar bin Abdul Aziz.

DAFTAR PUSTAKA
Ted-go.blogspot.com

Rangkuman Buku Pendidikan Kewarganegaraan


TEDI CAHYONO

A1B009091

Pendidikan Bahasa Inggris

FKIP UNIB
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah, karena berkat rahmatnyalah saya dapat menyelesaikan makalah “Pendidikan Kewarganegaraan” ini.

Harapan saya semoga makalah ini berguna bagi kita semua, walaupun mungkin banyak terdapat kesalahan. MAkalah ini diperuntukkan bagi generasi penerus yang berjiwa Pancasila, agar lebih mengetahui makna-makna dari kewarganegaraan. Sehingga kedepan tercipta manusia-manusia yang seutuhnya.

Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada dosen saya Bapak Merryono yang telah membimbing dalam penyelesaian makalah ini.

Akhirnya penulis mita maaf apabila dalam penyajian materinya terdapat kekurangan-kekurangan karena keterbatasan penulis. Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Bengkulu, November 2009

Penulis
Tedi Cahyono
(A1B009091)


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………...…………………………………..i
DAFTAR ISI ii

BAB II 1
FILSAFAT PANCASILA 1
A. Pengertian Filsafat 1
B. Pengertian Pancasila sebagai Suatu Sistem 1
C.Kesatuan Sila-sila Pancasila 1
D. Kesatuan Sila-Sila Pancasila sebagai Suatu Sistem Filsafat 2
E.Pancasila sebagai Nilai Dasar Fundamental bagi Negara dan Negara RI 3
F. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia 4
G. Makna Nilai-nilai Setiap Sila Pancasila 4
H. Pancasila sebagai Dasar Kehidupan Bangsa dan Bernegara 5

BAB III 6
IDENTITAS NASIONAL 6
A.Pengertian 6
B. FAktor-faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional 6
C.Pancasila sebagai Kepribadian dan Identitas Nasional 6

BAB IV 8
DEMOKRASI INDONESIA 8
A.Demokrasi dan Implementasinya 8
B.Arti dan Perkembangan Demokrasi 8
C. Bentuk-bentuk Demokrasi 8
D. Demokrasi Indonesia 9

BAB V 11
NEGARA DAN KONSTITUSI 11
A. Pengertian Negara 11
B. Konstitusionalisme 11
C.Konstitusi Indonesia 11

BAB VI 13
RULE OF LAW DAN HAK ASASI MANUSIA 13
A. Pengertian Rule of Law dan Negara Hukum 13
B. Hak Asasi Manusia 13
C. Penjabaran HAM dalam UUD 1945 13
D. Hak dan Kewajiban Warga negara 13

BAB VII 15
GEOPOLITIK INDONESIA 15
A. Pengertian 15
B. Pengertian Wawasan Nusantara 15
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Wawasan Nusantara 15
D. Unsur-unsur Wawasan Nusantara 15
E. Implementasi Wawasan Nusantara 15

BAB VIII 17
GEOSTRATEGI INDONESIA 17
A.Pengertian Geostrategi 17
B. Ketahanan Nasional 17
C. Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional terhadap kehidupan Berbangsa dan Bernegara 17





SELAMAT MEMBACA

[--]
BAB II
FILSAFAT PANCASILA

A. Pengertian Filsafat
Filsafat adalah satu bidang ilmu yang senantiasa ada dan menyertai kehidupan manusia.
Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philen” yang artinya “cinta” dan “sophos” yang artinya “hikmah” atau “kebijaksanaan” atau “wisdom” (Nasution,1973).
Jadi secara harfiah istilah ilsafat adalah mengandung makna cinta kebijaksanaan.

Keseluruhan arti filsafat:
Pertama : Filsafat sebagai produk
Kedua : Filsafat seagai suatu proses

B. Pengertian Pancasila sebagai Suatu Sistem
Sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, bekerja sama untuk suatu tujuan tertentu dan secara kesewluruhan merupakan satu kesatuan yang utuh, ciri2:
1. Suatu kesatuan bagian-bagian
2. Bagian-bagian tsb mempunyai fungsi sendiri-sendiri
3. Saling berhubungan, saling ketergantungan
4. Mencapai suatu tujuan bersama (tujuan sistem)
5. Terjadi dalam lingkungan yang kompleks (Shore dan Voich, 1974:220.

C.Kesatuan Sila-sila Pancasila
1. Susunan Pancasila yang bersifat Hirarkhis dan berbentuk Piramidial
Pengertian Matematika piramidial digunakan untuk menggambarkan hubungan hierarkhi sila-sila dari Pancasiladalam urut-urutan luas (kwantitas) dan juga dalam hal sifat-sifatnya (kwalitas).
Dalam susunan hierarkhis dan piramidial ini, maka Ketuhanan YME menjadi basis kemanusiaan, Persatuan Indonesia,Kerakyatan dan keadilan sosial.
Secara Onthologis kesatuan sila-sila Pancasila sbg suatu sistem adalah sbb:bahwa hakikatnya Tuhan adalah ada karena dirinya sendiri, Tuhan sebagai causa prima.

2. Kesatuan Pancasila yang saling Mengisi dan Saling Mengkualifikasi
Sila-sila Pancasila sebagai kesatuan dapat dirumuskan pula dalam hubungannya saling mangisi atau mengkualifikasi dalam rangka hubungan hierarkhis pyramidal tadi. Tiap sila mengandung 4 sila lainnya, dikualifikasikan empat sila lainnya.

D. Kesatuan Sila-Sila Pancasila sebagai Suatu Sistem Filsafat
1. Dasar Onthologis Sila-sila Pancasila
Dasar onthologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia, yang memiliki hakikat mutlak monopluralis, Oleh karena itu hakikat dasar itu juga disebut sebagai dasar antropologis.

2.Dasar Epistemologis Sila-sila Pancasila
Sebagai suatu ideologi pancasila memiliki 3 insur pokok: (1)logos yaitu rasionalitas atau penalarannya,(2)pathos yaitu penghayatannya,dan(3)ethos kesusilaannya.
Tedapat 3 persoalan mendasar dalam epistemology yaitu:
1. sumber pengetahuan manusia
2. teori kebenaran pengetahuan manusia
3. Watak pengetahuan Manusia
3.Dasar Aksiologis Sila-sila Pancasila
a. Teori Nilai
Menurut tinggi rendahnya Max Scheler mengelompokkan sbb :
1. Nilai-nilai kenikmatan
2. Nilai-nilai kehidupan
3. Nilai-nilai kejiwaan
4. Nilai-nilai kerokhanian

Walter G.Everet menggolongkan Nilai-nilai manusiawi sbb:
1.Nilai-nilai ekonomis
2.Nilai-nilai kejasmanian
3.Nilai-nilai hiburan
4.Nilai-nilai sosial
5.Nilai-nilai watak
6.Nilai-nilai estetis
7.Nilai-nilai intelektual
8.Nilai-nilai keagamaan

Notonagoro membagi:
1. Nilai material
2. Nilai Vital
3. Nilai kerokhanian
a. Nilai kebenaran
b. Nilai Keindahan
c. Nilai Kebaikan
d. Nilai Relijius

b. Nilai-nilai Pancasila sebagai suatu sistem
Nilai-nilai yang terkandung dalam sila I sampai V merupakan cita-cita, dambaan,harapan bangsa Indonesia yang akan diwujudkan dalam kehidupannya.
Sebagai pendukung nilai, bangsa Indonesia iyulah yang menghargainya, mengakui, menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai.

E.Pancasila sebagai Nilai Dasar Fundamental bagi Negara dan Negara RI
1. Dasar Filosofis
Nilai-nilai Pancasila bersifat Objektif dapat dijelaskan sbb:
1. Rumusan dari sila-sila itu sendiri sebenarnya hakikat maknanya yang terdalam menunjukkan adanya sifat-sifat yang umum, universal dan abstrak, karena merupakan suatu nilai.
2. Inti nilai-nilai Pancasila akan tetap ada sepanjang masa
3. Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945,hal ini sebagaimana terkandung dalam ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966, diperkuat Tap. No. V/MPR/1973.Jo.Tap NO.IX/mpr/1978.

Sebaliknya nilai-nilai Subjektif Pancasila dapat diartikan bahwa keberadaan nilai-nilai itu bergantung atau terlekat pada bangsa Indonesia sendiri.
2. Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Filsafat Negara
4 pokok pikiran yang bilamana dianalisis makna yang terkandung didalamnya tidak lain adalah merupakan derivasi atau penjabaran dari nilai-nilai Pancasila.
Pokok Pikiran pertama menyatakan Negara Indonesia adalah Negara persatuan
Pokok Pikiran kedua menyatakan bahwa Negara hendak mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pokok Pikiran ketiga menyatakan bahwa Negara berkedaulatan rakyat.
Pokok Pikiran keempat menyatakan ahwa Negara berdasarkan atas Ketuhanan YME menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

F. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia
Ideologi berasal dari kata ‘idea’ yang berarti ‘gagasan, konsep, pengertian dasar,cita-cita’ dan ‘logos’ yang berarti ‘ilmu’.Maka secara harfiah, ideologi berarti ilmu pengertian- pengertian dasar.
G. Makna Nilai-nilai Setiap Sila Pancasila
1.Ketuhanan Yang Maha Esa
Nilai-nilainya meliputi dan menjiwai keempat sila lainnya.Dalam sila ini terkandung nilai bahwa Negara adalah sebagai penjwantahan Tuhan.
2. Kemanusiaan yang adil dan Beradab
Dalam sila ini terkandung bahwa kita harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia secara adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia
Terkandung nilai bahwa Negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia monodualis yaitu sebagai mahluk undividu dan sosial.
4.Kerakyatan yang dipimpin Oleh hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Nilai filosofis yang terkandung didalamnya bahwa Negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia monodualis yaitu sebagai mahluk undividu dan sosial.Rakyat adalah sekelompok manusia yang bersatu yang bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia dalam suatu wilayah Negara.
5. Keadilan bagi Seluruh Rakyat Indonesia
1. keadilan distributif (Negara terhadap warganya)
2. keadilan legal (warga Negara terhadap negara)
3. keadilan komulatif (Warga Negara satu dengan lainnya).

H. Pancasila sebagai Dasar Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Bangsa yang hidup dalam suatu kawasan negara bukan terjadi secara kebetulan melainkan melalui suatu perkembangan kausalitas,dan hal ini menurut Ernest Renan dan Hans Khons sebagai suatu proses sejarah terbentuknya suatu bangsa, sehingga unsur kesatuan atau nasionalisme suatu bangsa ditentukan juga oleh sejarah terbentuknya bangsa tersebut.Tekad untuk menentukan bahwa filsafat Pancasila sebagai dasar filosofis dalam berkehidupan bangsa dan bernegara ini mendapat legitimasi yuridis tatkala ‘the founding fathers” kita mengesahkan dalam konstitusi UUD 1945.
Seharusnya segala kebijakan dalam negara terutama dalam melakukan pembaharuan- pembaharuan dalam negara dalam proses reformasi dewasa ini nilai-nilai Pancasila merupakan suatu pangkal tolak derivasi balik dalam bidang politik, sosial, ekonomi, hukum serta kebijaksanaan hubungan internasional dewasa ini. Hal ini dalam wacana ilahdewasa ini diistilahkan bahwa Pancasila sebagai paradigma dalam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila merupakan identitas Nasional Indonesia. Selain itu filsafat Pancasila merupakan dasar dari Negara dan Konstitusi (UUD Negara) Indonesia.[]



















BAB III
IDENTITAS NASIONAL

A.Pengertian
Identitas Nasional adalah cirri yang dimiliki suatu bangsa yang membedakan dengan Negara lain.Menurut Berger dalam The Capitalis Revolution,era ini ideologi kapitalislah yang akan menguasai dunia.Kapitalisme telah merubah masyarakat satu persatu dan menjadi sistem internasional yang menentukan nasib-nasib bangsa didunia.
Bangsa adalah sekelompok besar manusia yang memounyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya, sehingga mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu “kesatuan nasional”.
Tokoh imu pengetahuan yang mengkaji tentang hakikat kepribadian bangsa antara lain Margareth Mead, Ruth Bennedict, Ralph Linton, Abraham Kardiner, David Riesman.Berdasarkan uraian mereka maka pengertian kepribadian sebagai suatu identitas nasional suatu bangsa,adalah keseluruhan atau totalitas dari kepribadian individu-individu sebagai unsure yang membentuk bangsa tersebut.

B. FAktor-faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional
Faktor pendukung kelahiran identitas bangsa Indonesia meliputi (1) Faktor Objektif,yang meliputi factor geografis-ekologis dan demografis,(2) Faktor Subjektif,yaitu factor histories,sosial,politik dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.
Robert de Ventos mengemukakan teori tentang munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil interaksi histories antara empat Faktor penting yaitu factor primer, factor pendorong, factor penarik dan factor reaktif. Keempat factor tersebut pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia, yang telah berkembang dari masa sebelum bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan.

C.Pancasila sebagai Kepribadian dan Identitas Nasional
Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan Negara Indonesia pada hakikatnya bersumber pada nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian suatu bangsa. Jadi filsafat ini bukan muncul secara tiba-tiba dan dipaksakan oleh rezim atau penguasa melainkan melalui fase histories yang cukup panjang. Menurut Notonagoro bangsa Indonesia adalah sebagai kausa materialis Pancasila.Proses Pancasila secara formal tersebut dilakukan dalam siding-sidang BPUPKI pertama, siding “panitia 9”, siding BPUPKI kedua,serta akhirnya disyahkan secara formal yuridis sebagai dasar filsafat Negara RI.
Sejarah Budaya Bangsa sebagai Akar Identitas Nasional
Nilai-nilai esensial yang terkandung dalam Pancasila yaitu: Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan serta Keadilan,dalam kenyataannya secara objektif telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala sebelum mendirikan Negara.Sejarah terbentuknya Indonesia yaitu ketika timbulnya kerajaan Sriwijaya dibawah wangsa Syailendra(Palembang),kemudian kerajaan Airlangga dan Majapahit(JATIM),serta kerajaan-kerajaan lainnya.Proses nasionalisme yang berakar pada budaya ini diistilahkan sebagai fase terbentuknya nasionalisme lama.[]
BAB IV

DEMOKRASI INDONESIA

A.Demokrasi dan Implementasinya
Pembahasan tentang peranan Negara dan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari telaah tentang demokrasi karena,pertama, Hampir semua Negara didunia ini telah menjadikan demokrasisebagai asasnya. Kedua, demokrasi sebagai asas kenegaraan secara esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarakan Negara.
Macam-macam sistem demokrasi: pertama, sistem presidensial, kedua, sistem parlementer ketiga sistem referendum.Dari itu jelas bahwa asas demokrasi ternyata memberikan implikasi yang berbeda diantara pemakai-pemakainya.

B.Arti dan Perkembangan Demokrasi
Secara etimologis “demos” berarti rakyat dan “kratos/kratein” berarti kekuasaan.Konsep dasar demokrasi berarti”rakyat berkuasa” (goverment of rule by the people).Demokrasi diartikan sebagai pemerintahan atau kekusaan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Konsep demokrasi semula lahir dari pemikiran hubungan negara dan hukum di yunani kuno dan diperaktikkan dalam kehidupan bernegara antara abad ke-4 sebelum masehi sampai abad ke 6 masehi. Gagasan demokrasi Yunani lenyap dari muka dunia barat ketika bangsa Romawi dikalahkan oleh suku Eropa barat dan benua eropa(600-1400).Rasaissance adalah aliran yang menghidupkan kembali minat pada sastra Yunani kuno, yang berupa gelombang-gelombang pemikiran yang dimulai di Italia pada abad ke 14 dan punaknya ke 15 dan 16.Peristiwa lain yang endorong timbulnya “demokrasi” adalah terjadinya reformasi,yakni revolusi agama(abad ke 16).
Dua kejadian ini telah mempersiapkan Eropah masuk kedalam Aufkung (Abad Pemikiran) dan Rasionalisme yang mendorong mereka untuk memerdekakan pikiran dari batas-batas yang ditentukan gereja.

C. Bentuk-bentuk Demokrasi
Menurut Torres demokrasi dapat dilihat dari dua aspek yaitu formal democracy dan substantive democracy. formal democracy menunjuk dalam arti pemerintahan.
Sistem Presidensil
1.Presiden dipilih langsung oleh rakyat
2.Presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan
3.Presiden penguasa sekaligus simbol kepemimpinan
4. Presiden sebagai kepala eksekutif
Sistem Parlementer
1.Eksekutif dan legislatif menyatu
2.Kepala pemerintahan ditangan Perdana Mentri
3.Kepala Negara ditangan Raja
Selain itu terdapat juga beberapa sistem demokrasi yang mendasar pada prinsip filosofi Negara.
Demokrasi Perwakilan Liberal
a. Individu bebas
b. Rakyat diberi kebebasan dibidang politik, ekonomi, sosial, agama bahkan kebebasan arti agama
c. Kapitalis inspirasi dunia(Penguasa)
Demokrasi satu partai dan Komunis
a. Berkembang atas pemikiran commune struktur
b. Wakil-wakil commune→ commune lebih tinggi→ commune pusat
c. Kepemimpinan Profesional,revolusioner(bertentangan dengan liberal)

D. Demokrasi Indonesia
1. Perkembangan demokrasi Indonesia
a. 1945-1959, Demokrasi Parlemter
b. 1959-1965, Demokrasi Terpimpin
c.1966-1998, Demokrasi Pancasila (Konstitusi)
d. 1999-sekarang, Demokrasi Pancasila era reformasi
2. Pengertian Demokrasi menurut UUD 1945
a.Seminar AD II (Agustus 1966)
1)Bidang Politik dan Konstitusional:
“Menegakkan kembali asas-asas Negara Hukumdimana kepastian hukum dirasakan oleh segenap warga negara, HAM,dan penyalah gunaan kekuasaan dapat dihindarkan secara Institusional.
2)Bidang Ekonomi:
a. penawasan oleh rakyat terhadap penyalahgunaan keuangan negara
b. Koperasi
c. Pengakuan atas Hak Milik Perorangan dan kepastian hukum
d. Peranan pemerintah yang bersifat pembinaan
b. Munas III Persahi : The Rule of Law(Des’66)
Asas negara hugara hukum Pancasila mengandung prinsip:
1. Pengakuan dan perlindungan hak
2. Peradilan yang bebas tidak memihak
3. jaminan kepastian hukum
c. Simposium hak-hak azazi Manusia (juni 1967)
1. adanya pemerintahan yang memiliki kekuasaan
2. adanya keebasan yang sebesar-besarnya
3. perlu untuk membina suatu “rapidly expanding economy”
3. Demokrasi Pasca Reformasi

Struktur Pemerintahan Indonesia Berdasarkan UUD 1945
1. Demokrasi Indonesia Sebagaimana Dijabarkan dalam UUD 1945 Hasil Amandemen 2002
Secara umum didalam sistem pemerintahan yabg demokratis senantiasa mengandung unsur-unsur:
1. Keterlibatan warga negara dalam pembuatan keputusan politik
2. Tingkat persamaan tertentu diantara warganegara
3. Tingkat kebebasan atau kemerdekaan tertentu yang diakui dan dipakai oleh waganegara
4. Suatu sistem Perwakilan
5. Suatu sistem pemilihan kekuasaan Mayoritas
Berdasarkan unsur-unsur tesebut maka demokrasi mengandung ciri yaitu setiap sistem demokrasi adalah ide bahwa warganegara seharusnya terlibat dalam hal tertentu dalam pembuatan keputusan-keputusan politik,langsung atau tidak dengan melalui wakil pilihan mereka.
2. Penjabaran Demokrasi menurut UUD 1945 dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Pasca Amandemen 2002
1. Konsep Kekuasaan
a.Kekuasaan datangan Rakyat
 Pembukaan UUD Alinea ke 4
 Pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945
 UUD 1945 Pasal 1 ayat (1)
 UUD 1945 Pasal 1 ayat (2)

b.Pembagian Kekuasaan
 Kekuasaan Eksekutif, didelegasikan kepada Presiden (pasal 4 ayat (1) UUD 1945)
 Kekuasaan Yudikatif, di delegasikan kepada MA (pasal 24 (1) UUD 1945)
 Kekuasaan Legislatif, didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (pasal 5(1), 19,dan 22 C)
 19,dan 22 C Inspektif, atau pengawasan didelegasikan kepada BPK dan DPR (UUD 1945 pasal 20(1)
 Dalam UUD 1945 tidak ada kekuasaan konsultatif
c.Pembatasan Kekuasaan
Dalam menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan, menurut UUD 1945 mencakup : periode kekuasaan, pengawasan kekuasaan, dan pertanggungjawaban.
2. Konsep Pengambilan Keputusan
Pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah:
 Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah sebagai asasnya
 Namun demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai, maka melalui suara terbanyak
3. Konsep Pengawasan
Menurut UUD pada dasarnya adalah:
1. Dilakukan oleh seluruh warganegara
2. Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada DPR
4. Konsep Partisipasi
1.Pasal 27 (1) UUD 1945
2.Pasal 28 UUD 1945
3.Pasal 30(1) UUD 1945
Berdasarkan itu maka konsep partisipasi menytangkut seluruh aspek kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan dan untuk seluruh warganegara Indonesia.[]



BAB V
NEGARA DAN KONSTITUSI

A. Pengertian Negara
Menurut Mariam Budiarjo bahwa negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah (governed) oleh sejumlah pejabat dan berhasil menuntut dari warganegaranya ketaatan pada peraturan perundang-undangannya melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari kekuasaan yang sah. Unsur-unsur negara meliputi: wilayah adalah daerah teritorial yang sah, rakyat yaitu suatu bangsa sebagai pendukung pokok negara, pemerintahan yang sah diakui dan berdaulat.
Negara Indonesia
Prinsip-prinsip negara Indonesia dapat dikaji melalui Pembukaan UUD 1945 alinia 1,2,3,dan 4.

B. Konstitusionalisme
Basis pokok konstitusionalisme adalah kesepakatan umum atau persetujuan (consensus) diantara mayoritas rakyat mengenai bangunan yang diidealkan berkaitan dengan negara.
3 elemen kesepakatan atau konsensus,sbb:
1. Kesepakatan tentang tujuan atau cita-cita bersama
2. Kesepakatan tentang the rule of law sebagai landasan pemerintahan atau penyelenggaraan negara
3. Kesepakatan tentang bentuk institusi-institusi dan prosedur-prosedur ketatanegaraan.

C.Konstitusi Indonesia
1.Pengantar
Suatu hal yang sangat mendasar bagi pentingnya amandemen UUD 45 adalah tidak adanya sistem kekuasaan dengan “checks and balances” terutama terhadap kekuasaan eksekutif.

2.Hukum Dasar Tertulis (UUD)
Undang-undang menurut sifat dan fungsinya adalah suatu naskah yang memaparkan kerangkadan tugas-tugas pokok dari badan-badan penerintahan suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan terdebut.
UUD memiliki 37 pasal, adapun pasal-pasal lain hanya memuat peralihan dan aturan tambahan. Hal ini mengandung:
 Telah cukup jikalau UUD hanya memuat aturan-aturan pokok
 Sifatnya yang supel (elastic)
Menurut Padmowahyono, kegiata negara dikelompokkan mjd:
 Penyelenggaraan kehidupan negara
 Penyelenggaraan
Sifat UUD adalah:
 Oleh karena sifatnya tertulis maka rumusannya jelas
 Singkat dan supel
 Memuat norma-norma
 Merupakan hukum positif tertinggi dan sebagai kontrol

3.Hukum Dasar yang Tidak Tertulis (Convensi)
Sifat-sifat:
 Merupakan kebiasaan berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara
 Tidak betentangan dengan UUD
 Diterima oleh seluruh rakyat
 Bersifat sebagai pelengkap

4. Konstitusi
Pengertian konstitusi dalam praktek ketatanegaraan:
 Lebih luas dari UUD atau
 Sama dengan pengertian UUD
Kata konsstitusi dapat memiliki arti lebih luas dari UUD, karena UUD hanya meliputi konstitusi tertulis saja.

5. Sistem Pemerintahan Negara Menurut UUD’45 Hasil Amandemen 2002
a. Indonesia adalah Negara Yang Berdasarkan Atas Hukum(Rechstaat)
b. Sistem Konstitusional
c. Kekuasaan tertinggi bditangan Rakyat
d.Presiden ialah penyelenggara negara tertinggi tertinggi disamping MPR dan DPR
e. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR
f. Menteri negara ialah pembantu presiden, Menteri negara tidak bertanggung jawab kepada DPR
g. Kekuasaan Kepala negara tidak tak-terbatas

6. Negara Indonesia adalah negara hukum
Ciri-ciri:
a. Pengakuan dan perlindungan hak-hak asasi
b. Peradilan yang bebas dari suatu pengaruh kekuasaan lain
c. Jaminan kepastian hukum[]










BAB VI
RULE OF LAW DAN HAK ASASI MANUSIA

A. Pengertian Rule of Law dan Negara Hukum
Prinsip-prinsip Rule of Law
3 unsur yang fundamental dalam rule of law:
 Supremasi auran-aturan hukum
 Kedudukan yang sama dimuka hukum
 Terjaminnya HAM oleh UU serta keputusan pengadilan
Gagasan baru inilah yang kemudian dikenal dengan welvaartstaat, verzorgingsstaat, welfare stte, social service state,atau negara hukum materal.
Syarat-syarat pemerintahan yang demokratis dibawah rule of law yang dinamis:
 Perlindungan konstitusional
 Lembaga kehakiman yang bebas dan tidak memihak
 Pemilu yang bebas
 Kebebasan menyatakan pendapat
 Kebebasan berserikat;beposisi
 Penddikan kewarganegaraan

B. Hak Asasi Manusia
Yaitu hak warga negara yang dihormati oleh penguasa,walaupun hak itu bertentangan dengan kemauanpenguasa.
4 macam hak-hak asasi:
 Freedom of Speech
 Freedom of Religion
 Freedom from Fear
 Freedom from want

C. Penjabaran HAM dalam UUD 1945
Susunan kodrat manusia adalah Jasmani-rokhai, Sifat kodrat manusia adalah individu dan mahluk sosial,kedudukan kodrat manusia adalahmahluk pribadi berdiri sendiri sebagai mahluk tuhan. Pasal yang mengatur HAM terdapat pada pasal 28(A-J).Selain Hak asasi juga dalam UU No. 39 tahun 1999 terkandung kewajiban asasi manusia.

D. Hak dan Kewajiban Warga negara
1. Pengertian Warganegara dan Penduduk
Warganegara adalah rakyat yang menetap disuatu wilayah dan rakyat tertentu dalam hubungannya dengan negara,Sedangkan dalam hubungan internasionaldisetiap negara selalu ada WNA yang semuanya disebut penduduk. Warganegara adalah pendduk dan setiap penduduk belum tentu warganegara.

2. Asas-asas Kewarganegaraan
a. ius-sanguinis dan ius-soli
Asas ius-soli adalah asa daerah kelahiran, Sedangkan ius-sanguinis adalah asas keturunan atau hubungan darah.
b. Bipatride dan apatride
Bipatride timbul apabila menurut aturan negara terkait seorang dianggap warganegara kedua negara itu. Sedangkan apatride timbul apabila menurut peraturan kewarganegaraan, seorang tidak diakui sebagai warganegara manapun.

3. Hak dan Kewajiban Warganegara menurut UUD 1945

4. Hak dan Kewajiban Bela Negara
a. Pengertian
Pembelaan negara adalah tekad, sikap dan tindakan warganegara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut yang didasari oleh cinta tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara.
b. Asas Demokrasi dalam Pembelaan Negara
Mencakup 2 arti:
 Setiap warganegara turut serta dalam menentukan kebijakan tentang pembelaan negara.
 Setiap warganegara harus turut serta dalam setiap usaha pembelaan negara.
c. Motivasi dalam Pembelaan Negara
 Pengalaman sejarah perjuangan RI
 Kedudukan wilayah RI yang strategis
 Penduduk yamg besar
 Kekayaan SDA
 Perkembangan dan kemajuan IPTEk
 Kemungkinan timbulnya bencana perang[]




















BAB VII
GEOPOLITIK INDONESIA

A. Pengertian
Geopolitik diartikan sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan dan strategi nasional yang didorong oleh aspirasi geografik suatu negara, yang apabila dilaksanakan dan berhasil akan berdampak langsung padaatau tidak langsung akan kepada sistem politik suatu negara.

B. Pengertian Wawasan Nusantara
Wawasan berarti cara pandang, cara tinjau atau cara melihat. Wawasan Nusantara berarti cara pandang bangsa indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan dan cita-cita nasionalnya.

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Wawasan Nusantara
1. Wilayah ( Geografis)
 Asas Kepulauan ( Archipelagic Principle)
 Kepulauan Indonesia
 Konsepsi tentang wilayah lautan
 Karakteristik wilayah nusantara
2. Geopolitik dan geostrategi
3. Perkembangan wilayah Indonesia dan dasar hukumnya

D. Unsur-unsur Wawasan Nusantara
1. Wadah
 Wujud wilayah
 Tata inti Organisasi
 Tata kelengkapan
2. Isi Wawasan Nusantara
 Cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD
 Asas Keterpaduan semua aspek kehidupan Nasional berciri manunggal, utuh menyeluruh
3. Tata laku wawasan Nusantara
 Batiniah
 Lahiriah

E. Implementasi Wawasan Nusantara
1.Wawasan Nusantara sebagai pancaran falasafah Pancasila
Wawasan nusantara menjadi pedoman bagi upaya mewujudkan kesatuan aspek kehidupan nasional untuk menjamin kesatuan, persatuan, dan keutuhan bangsa, serta untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia.
2.Wawasan Nuasantara dalam pembangunan Nasional
Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik; ekonomi;Sosial budaya; Pertahanan keamanan
3.Penerapan Wawasan Nusantara
 Diterimanya konsepsi nusantara di forum Internasional
 Pertambahan luas wilayah
 Pertambahan luas wilayah diterima oleh negara-negara tetangga
 Penerapan wawasan nusantara dalam pembangunana negara
 Penerapan dibidang SOSBUD
 Dibidang HANKAM
4. Hubungan wawasan nusantara dan ketahanan Nasional.[]





































BAB VIII
GEOSTRATEGI INDONESIA

A.Pengertian Geostrategi
Setiap bangsa dalam rangka mempertahankan kehidupannya, eksistensinya dan untuk mewujudkan cita-cita serta tujuan nasionalnya perlu memiliki pemahaman tentanggeopalitik dan dalam implementasinya diperlukan suatu strategi yang bersifat nasional,dan halinilah yang disebut sebagai “geostrategi”.

B. Ketahanan Nasional
1. Konsepsi ketahanan nasional
a.Kekuatan apa yang ada pada suatu bangsa dan Negara sehingga ia mampu mempertahankan kelangsungannya.
b.Kekuatan apa yang harusdimiliki.
c.Ketahanan atau kemampuan bangsa untuk tetap jaya

Ketahanan adalah suatu kekuatan yang membuat suatu bangsa dan Negara dapat bertahan, kuat untuk menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan.
2. Ketahanan nasional sebagai kondisi

C. Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional terhadap kehidupan Berbangsa dan Bernegara
1. Pengaruh aspek Ideologi
a. Ideologi dunia
1) Liberalisme
2) Komunisme
3) Keagamaan
b. Ideologi pancasila
c. Ketahanan Nasional bidang ideology
1. Konsepsi prngertian ketahanan ideology
Ketahanan Nasional bidang ideology adalah merupakan kondisi dinamis suatu bangsa, berisi keuletandan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkankekuatan.
2. Strategi pembinaan ketahanan ideology
Pertama: secara objektif, yaitu pelaksanaan ideology dalam bidang kenegaraan.
Kedua: Secara subjektif,yang aktualisasi ideology Negara dalam kehidupan para warganegara serta kehidupan kewarganegaraan secara perseorangan.

2. Pengaruh aspek politik
a. Pengertian
Pertama: Politik sebagai sarana atau usaha untuk memperoleh kekuasaan dan dukungan dari masyarakat dalam melakukan kehidupan bersama.
Kedua: politik digunakan untuk menunjuk pada suatu rangkaian atau cara-cara yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan baik.
b. Politik dalam negeri
Adalah kehidupan kenegaraan berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam suatu system.

Ketahanan pada aspek politik dalam negeri
1. Sistem pemerintahan yang berdasarkan hokum
2. Mekanisme politik yg memungkinkan adanya perbedaan pendapat.
3. Kepemimpian nasional mampu mengakomodasikan aspirasi
4. Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dan masyarakat

c. Politik luar negeri
Adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa.

Ketahanan pada aspek luar negeri
1. Kerjasama internasional diberbagai bidang.
2. Politik LN terus dikembangkan menurut prioritas
3. Citra positifindonesia bterus ditingkatkan dan diperluas.
4. Perkembangan, perubahan, perubahan dan gejolak dunia terus diikuti.
5. Langkah kerjasama Negara berkembang dengan industry maju untuk memperkecil ketimpangan.

3. Pengaruh aspek ekonomi
Ketahanan ekonomi adalah merupakan suatu kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan, kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan serta dinamika perekonomian baik yang datang dari luar maupun dalam negeri, dan secara langsung maupun tidak menjamin kelangsungan dan peningkatan perekonomian bangsa dan Negara yang diatur berdasarkan UUD.

4. Pengaruh aspek Sosial Budaya
Ketahanan nasional dalam bidang SOSBUD adalah suatu kondisi dinamis SOSBUD suatu bangsa yang berisi keuletan, ketangguhan dari kemampuan suatu bangsa untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, permasalahan, segala ancaman baik yang dating dari dalam maupun luar negeri, yang dapat membahayakan kelangsungan.

5. Pengaruh aspek pertahanan dan keamanan
a. Filosofi pertahanan dan keamanan
Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia dalam mempertahankan dan mengamankan Negara demi kelangsungan hidup bangsa dan NKRI.
b. Postur kekuatan pertahanan dan keamanan
Postur kekuatan HANKAM, Empat pendekatan yang digunakan untuk membangun yaitu pendekat ancaman, misi, kewilayahan, dan politik.
Pengembangan kekuatan HANKAM, yang meliputi wilayah laut, uadara dan darat. Kekuatan Hankam perlu mengantisipasiprediksi ancaman sejalan dengan perkembangan Iptek militer.
Geopolitik kearah ekonomi, kondisi ini mengimplikasi semakin canggihnya upaya diplomasiguna mencapai tujuan politik dan ekonomi.
c. Ketahanan pada aspek pertahanan dan keamanan
1. Pertahanan dan keamanan harus dapat mewujudkan kesiapsiagaan serta upaya bela Negara
2. Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan.
3. Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai harus dilindungi
4. Perlengkapan dan peralatan untuk mendukung pembangunan kekuatan dan kemampuan Hankam sedapat mungkin dihasilkan oleh industry dalam negeri.
5. Dilaksanakan oleh orang yang berbudi luhur, arif, bijaksana, menghormati HAM dan menghayati makna nilai dan hakikat perang dan damai.
6. TNI berpedoman pada Sapta Marga yang merupakan penjabaran dari asas kerokhanian Negara Pancasila.
7. Kesadaran dan ketaatan pada hokum perlu ditingkatkan.
d. Keberhasilan ketahanan nasional Indonesia
1. Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapisegala tantangan.
2. Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideology, politik, ekonomi, sosbud, dan hankam shg setiap warga dapat mengeliminir pengaruh tsb.[]